BBGRM 2026: Gotong Royong Warga Kulonprogo Jadi Fondasi Pembangunan

Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Kulonprogo
Sumber :
  • Dok Pemkab Kulonprogo

KULONPROGO, VIVA Jogja - Semangat gotong royong kembali bergema di Kulonprogo melalui pembukaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, serta Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, pada Selasa (05/05/2026), menjadi bukti nyata bahwa tradisi kebersamaan masih hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat.

img_title Dukungan Penuh Bupati dan Wali Kota DIY untuk Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Kebijakan Inklusif Berbasis Data

Di Karangsewu, rangkaian acara dimulai dengan peninjauan pembangunan talud di Bulak Cepadan. Talud ini tidak hanya berfungsi menjaga ketahanan jalan, tetapi juga memperlancar aliran irigasi dan drainase yang vital bagi pertanian warga. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Padukuhan Bedoyo untuk melihat peternakan sapi komunal sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Puncak kegiatan berlangsung di Rumah Dukuh Boro 2, dengan seremonial pembukaan, bazar UMKM, serta penampilan kesenian dan budaya lokal yang menambah semarak suasana.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah bantuan simbolis diserahkan kepada masyarakat. Bantuan itu mencakup program padat karya, CSR BUMKal Karangsewu, sarana budidaya ikan, hingga traktor roda empat untuk kelompok tani. Bibit kelapa bojong bulat juga diberikan sebagai dukungan terhadap penguatan sektor pertanian. Partisipasi aktif warga dalam pembangunan talud, penataan lingkungan, dan pengembangan UMKM semakin menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi.

img_title DPRD Kota Yogyakarta Hidupkan UMKM Lewat Kunjungan ke Kampung Wisata

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, yang hadir langsung dalam pembukaan, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat. “Saya bangga melihat kiprah masyarakat yang masih menjunjung tinggi gotong royong. Ini adalah bukti bahwa kita benar-benar siap melakukan perubahan dan pembangunan secara bersama-sama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kandang komunal sapi yang dikelola warga menunjukkan efisiensi sekaligus memperkuat kebersamaan, karena penjagaannya dilakukan bergiliran layaknya ronda malam.

Peran perempuan juga mendapat sorotan dalam kegiatan ini. Ibu-ibu Karangsewu menampilkan produk UMKM unggulan, termasuk Wingko Boro khas daerah tersebut. Bupati menilai kiprah perempuan dalam mengembangkan usaha lokal menjadi bukti bahwa masyarakat tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak meningkatkan kesejahteraan.

img_title Kulonprogo Pastikan Surplus Sapi Kurban dengan Skrining Berlapis

Sementara itu, di Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa BBGRM memiliki peran penting dalam memperkuat kebersamaan masyarakat. “Gotong royong bukan hanya budaya, tetapi kekuatan sosial yang mampu menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan,” katanya. Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title