Gunungkidul Jadi Lumbung Hewan Kurban, Pasok untuk DIY dan Luar Daerah

Pantauan TPID DIY bersama Bupati Gunungkidul
Sumber :
  • Dok Humas Pemda DIY

GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Menjelang Iduladha 2026, Kabupaten Gunungkidul kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan populasi ternak kurban terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan bahwa ketersediaan sapi dan kambing di wilayahnya tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga surplus sehingga siap dipasok ke daerah lain, baik di DIY maupun luar provinsi.

img_title Wabub Gunungkidul Tegaskan Lima Gerakan Strategis untuk Majukan Pertanian Gunungkidul

Dalam pantauan yang dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY di Pasar Hewan Siyono, Endah menjelaskan bahwa jumlah sapi yang memenuhi syarat kurban mencapai 11.000 ekor, jauh melampaui kebutuhan sekitar 4.500 ekor. Sementara itu, kambing yang tersedia mencapai 26.000 ekor, sedangkan kebutuhan hanya sekitar 16.000 ekor. Surplus ini menjadi peluang besar bagi Gunungkidul untuk mendukung daerah lain yang mengalami kekurangan stok hewan kurban.

Meski ketersediaan ternak melimpah, dinamika harga tetap menjadi perhatian. Endah mengungkapkan bahwa harga sapi mulai menunjukkan kenaikan, meski masih dalam batas wajar. Untuk kambing, harga sempat turun namun kini kembali meningkat. Ia menekankan bahwa fluktuasi harga masih sulit diprediksi karena masih ada beberapa kali pasaran sebelum Iduladha. Harapannya, harga tetap stabil agar tidak menimbulkan tekanan inflasi di DIY maupun Gunungkidul.

img_title Festival QRIS Jelajah Kuliner Indonesia X Jogja Rupiah Festival 2026: Sinergi Digital, Kuliner, dan Literasi Keuangan di

Selain memastikan ketersediaan dan harga, Pemkab Gunungkidul juga menaruh perhatian besar pada kesehatan hewan kurban. Baru-baru ini, pemerintah daerah menggelar sarasehan ternak dengan menghadirkan pakar dari Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 300 ketua kelompok tani kalurahan mendapat edukasi mengenai pemberian nutrisi alami dari tanaman untuk meningkatkan kesehatan ternak. Endah menambahkan bahwa kerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM akan kembali dilakukan, dengan melibatkan sekitar 100 dokter hewan untuk mendampingi proses penyembelihan kurban seperti tahun sebelumnya.

Pasar Hewan Siyono, yang menjadi pusat perdagangan sapi di Gunungkidul, semakin ramai menjelang Iduladha. Setiap pasaran wage, ratusan sapi dan kambing diperjualbelikan. Harga sapi hidup berkisar Rp45.000 per kilogram, sedangkan kambing dijual antara Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor. Selain Siyono, Pasar Hewan Semanu juga menjadi lokasi transaksi hewan kurban yang cukup aktif. Endah mengajak masyarakat DIY maupun luar daerah untuk membeli hewan kurban di Gunungkidul, dengan jaminan bahwa ternak yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Gunungkidul Mantapkan Sport Tourism Lewat Turnamen Petanque Nasional “Krida Dhaksina” 2026