Sleman Dorong Tiga Kawasan Baru Jadi Magnet Investasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Bing Image Creative
SLEMAN, VIVA Jogja - Peta investasi di Kabupaten Sleman kini mengalami pergeseran arah. Pemerintah daerah tidak lagi hanya mengandalkan kawasan lama sebagai pusat pertumbuhan, melainkan mulai mendorong tiga wilayah baru yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif. Wilayah yang dimaksud meliputi Prambanan, Kaliurang, serta kawasan Sleman Barat yang mencakup Sendangarum, Sumberagung, dan Sumberahayu.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, menegaskan bahwa arah baru investasi ini merupakan strategi penting untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang lebih merata. Menurutnya, Sleman memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, sehingga perlu langkah konkret untuk membuka peluang investasi di berbagai sektor.
Prambanan menjadi salah satu kawasan yang paling siap dikembangkan. Dengan adanya akses tol baru, kawasan ini diproyeksikan sebagai hub wisata regional yang menghubungkan DIY dan Jawa Tengah. Statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) semakin memperkuat daya tarik bagi investor. Peluang yang terbuka meliputi pembangunan destinasi wisata buatan, pusat suvenir, industri batik, hingga pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Berbeda dengan Prambanan, kawasan Kaliurang diarahkan untuk menjadi pusat agrowisata modern. Lanskap pegunungan Merapi dengan udara sejuk menjadi nilai jual utama yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Investasi di Kaliurang dapat berupa taman bunga, wisata edukasi pertanian, hingga industri pengolahan susu terintegrasi. Konsep ini diyakini mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.
Sementara itu, Sleman Barat mulai dilirik sebagai kawasan potensial yang selama ini belum tergarap optimal. Dengan ketersediaan lahan hijau yang luas, wilayah ini diarahkan menjadi pusat wisata edukasi berbasis hortikultura dan alam. Triana menjelaskan bahwa konsep investasi di Sleman Barat mencakup pengembangan greenhouse, kampung wisata, hingga wisata berbasis alam. Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemkab Sleman untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan barat.
Selain menyiapkan kawasan baru, Pemkab Sleman juga melakukan transformasi besar dalam layanan perizinan. Seluruh proses kini dilakukan secara digital melalui platform seperti OSS-RBA, SIMBG, dan sistem perizinan online daerah. Digitalisasi ini tidak hanya memangkas birokrasi, tetapi juga memberikan kepastian usaha yang lebih cepat dan transparan bagi investor. Dengan sistem yang lebih efisien, pemerintah berharap minat investor semakin meningkat dan proses investasi berjalan lancar.