Kebocoran Gas Amonia di Kalasan: Warga Mengungsi, Lingkungan Terdampak

Pabrik es kristal di Kalasan, Sleman alami kebocoran gas
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska Sani Evani

SLEMAN, VIVA Jogja - Insiden kebocoran gas amonia di sebuah pabrik es kristal di wilayah Kalasan, Sleman, Jumat malam 8 Mei 2026, menimbulkan kepanikan warga sekitar. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu membuat sejumlah penduduk harus mengungsi ke posko kesehatan darurat karena mengalami sesak napas dan iritasi mata. Tak hanya manusia, lingkungan pun ikut terdampak, dengan ikan di beberapa kolam warga dilaporkan mati mendadak.

img_title Pendaki Gunung Muria Terjatuh ke Jurang 40 Meter, Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Korban dalam Kondisi Selamat ‎

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyampaikan bahwa tim gabungan dari Gegana Polda DIY, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup segera turun tangan untuk mengamankan lokasi. Menurutnya, bau menyengat masih tercium di sekitar pabrik, sehingga radius 200 hingga 300 meter dari titik kebocoran dijauhkan dari aktivitas warga. Posko pengungsian sementara didirikan di area masjid terdekat, tempat warga mendapatkan perlindungan dan pemeriksaan medis.

Di posko tersebut, tim medis dari Dinas Kesehatan Sleman dan Puskesmas Kalasan memberikan penanganan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun iritasi mata. Raditya Kusuma Tejamurti, Kabid Yankes Dinas Kesehatan Sleman, menjelaskan bahwa hingga Sabtu siang tercatat 25 orang mendapatkan pemeriksaan medis. Tiga di antaranya sempat membutuhkan oksigen karena saturasi menurun di bawah 95 persen. Setelah penanganan intensif, kondisi mereka membaik dan sebagian besar sudah dipulangkan. Meski demikian, beberapa warga baru kembali datang untuk mendapatkan perawatan tambahan.

img_title Pagi Mencekam di Jepara: Mayat Pria Mengapung di Ujung Batu, Wajah Penuh Luka

Kebocoran gas ini pertama kali terdeteksi oleh karyawan pabrik yang sedang berproduksi. Mereka mencium bau menyengat dan segera mematikan mesin produksi. Tim Sleman Emergency Services bersama PMI, BPBD, dan Damkar Sleman langsung melakukan penanganan di lokasi sejak malam hingga dini hari. Situasi mulai terkendali sekitar pukul 05.30 WIB, namun fokus penanganan beralih pada kesehatan warga yang terdampak.

Selain masalah fisik berupa sesak napas, iritasi mata, dan kulit, warga juga menghadapi kecemasan akibat paparan gas. Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menegaskan bahwa pendampingan psikologis turut diberikan agar masyarakat tidak diliputi rasa panik berkepanjangan. Masker medis dibagikan, meski dijelaskan bahwa perlindungan tersebut hanya mengurangi bau, bukan menahan gas amonia bila konsentrasinya tinggi. Untuk masuk ke area berbahaya, diperlukan masker full face yang mampu melindungi saluran pernapasan dan mata secara menyeluruh.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pemerataan Distribusi Unggas Jadi Tantangan Ketahanan Pangan Nasional