Lima Paket Strategis Pemkot Yogya 2026 Fokus pada Pembangunan Fisik

Pemkot Yogya luncurkan lima paket strategis 2026
Sumber :
  • Bing Image Creator

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan lima paket strategis untuk tahun anggaran 2026, seluruhnya berupa pembangunan fisik yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP). Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 100 Tahun 2026, dengan sasaran mulai dari pembangunan gedung sekolah hingga rehabilitasi talud sungai.

img_title Rizal Bawazier Desak Kementerian Koperasi Tuntaskan Kasus Tiga BMT Bermasalah di Pekalongan

Paket strategis tersebut meliputi pembangunan SD Negeri Ngabean, pembangunan saluran air hujan (SAH) di Kemantren Kotagede, pemeliharaan berkala trotoar Jalan Sultan Agung, rehabilitasi talud Sungai Winongo di wilayah Pakuncen, serta pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa di Gedongkiwo. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemkot Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa jumlah paket strategis tahun ini mengikuti aturan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika sebelumnya bisa mencapai sepuluh paket, kini ditetapkan hanya lima. Sebagian besar sudah masuk dalam sistem lelang pengadaan elektronik (LPSE), kecuali perbaikan trotoar Jalan Sultan Agung yang ditargetkan masuk pada Juni.

Menurut Joko, penetapan paket strategis mempertimbangkan dampak luas bagi masyarakat serta kesesuaian dengan visi misi kepala daerah. Seluruh pembangunan menggunakan dana APBD Kota Yogyakarta 2026. Anggaran terbesar dialokasikan untuk pembangunan SD Negeri Ngabean senilai Rp 4,5 miliar. Pembangunan SAH di Kotagede menelan Rp 3,08 miliar, pemeliharaan trotoar Jalan Sultan Agung sekitar Rp 2,2 miliar, rehabilitasi talud Sungai Winongo Rp 1,5 miliar, dan pembangunan sambungan rumah serta saluran pembawa Gedongkiwo sekitar Rp 1,07 miliar.

img_title IJD Karimunjawa 2026 Digelontor Rp55 Miliar, Pemkab Jepara Kawal Pembangunan Jalan

Gedung lama SD Negeri Ngabean mulai dibongkar untuk diganti dengan bangunan baru berlantai dua. Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto, menyebutkan bahwa proses pembangunan sudah masuk LPSE dan diperkirakan dimulai awal Juni. Sementara itu, pembangunan SAH di Kotagede akan dilakukan di sebagian ruas Jalan Kemasan dan Jalan Nyi Pembayun. Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase PUPKP, Rahmawan Kurniadi, menambahkan bahwa revitalisasi SAH pernah dilakukan pada 2020, namun belum menyeluruh. Tahun ini pekerjaan akan menyambung dengan proyek jalan Gedongkuning yang selesai pada 2024.

Untuk rehabilitasi talud Sungai Winongo di Pakuncen, lokasi pembangunan berada di utara Jembatan Serangan, satu jalur dengan proyek jalan inspeksi. Talud sepanjang 100 meter akan dibangun mulai Juli. Pekerjaan ini diharapkan mampu memperkuat struktur bantaran sungai sekaligus mendukung program pengendalian banjir.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Keterwakilan Perempuan di DPRD Kota Yogyakarta Masih Rendah, GOW Dorong Penguatan Kaderisasi Politik