Semai Pohon Gambir, Pemkot Yogyakarta Hidupkan Kembali Identitas Kampung Gambiran
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama masyarakat Kampung Gambiran di Pandeyan, melaksanakan kegiatan penyemaian biji pohon Gambir di Taman Pandeyan, bantaran Kali Gajah Wong, pada Sabtu 9 Mei 2026. Kegiatan ini berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN Veteran Yogyakarta dan menjadi langkah nyata untuk memperbanyak bibit pohon Gambir sebagai dukungan terhadap toponimi Kampung Gambiran. Penyemaian ini bukan sekadar aktivitas menanam, melainkan juga upaya memperkuat pondasi budaya, ekologi, dan identitas kampung yang dulunya dikenal sebagai Alas Gambir.
Hasto menegaskan bahwa keberadaan pohon Gambir memiliki makna penting, baik dari sisi sejarah maupun kesehatan. Ia menjelaskan bahwa Gambir mengandung antibiotik yang mampu membunuh bakteri serta antioksidan yang bermanfaat mencegah kerusakan sel tubuh. Tradisi masyarakat Jawa dahulu menggunakan Gambir untuk menginang, sementara di era modern tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik. Dengan demikian, penanaman Gambir tidak hanya berfungsi sebagai reboisasi atau simbol budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Hasto mendorong mahasiswa KKN untuk menginisiasi kegiatan produktif berbasis Gambir, sehingga warga yang belum memiliki pekerjaan bisa terlibat dalam pengolahan hasil tanaman ini.
Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan bahwa penanaman biji Gambir memiliki pesan kuat sebagai simbol ketahanan ekologi sekaligus pemulihan ingatan kolektif masyarakat. Menurutnya, menanam kembali pohon Gambir berarti menghidupkan kembali identitas Kampung Gambiran yang sempat hilang. Ia mengakui bahwa menanam Gambir tidak mudah, apalagi di lokasi baru, sehingga perlu dilakukan uji coba penyemaian terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke polybag dan ditanam di tanah. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga diminta mendampingi proses ini agar hasilnya lebih optimal. Hasto optimistis bahwa ekosistem di kawasan Gambiran cocok untuk pertumbuhan pohon Gambir, mengingat dulunya tanaman ini banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Ketua Kampung Gambiran, Susilo Edy, menuturkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan penyemaian biji Gambir untuk mendukung toponimi kampung. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya warga sudah mencoba menanam bibit pohon Gambir, tetapi banyak yang mati. Karena itu, penyemaian kali ini diharapkan lebih berhasil sehingga setiap rumah di Kampung Gambiran dapat memiliki pohon Gambir. Susilo menambahkan bahwa rencana masyarakat adalah menanam pohon Gambir di halaman rumah dan sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong, sehingga kampung benar-benar hidup sesuai dengan namanya.