Jaringan Peternak Itik Cage-Free Dorong Transformasi Kesejahteraan Unggas di Yogyakarta
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Across Species Project Indonesia (ASPI) bersama para peternak lokal menggelar pelatihan di Joglo Tani, Sleman, Yogyakarta, yang menekankan penerapan sistem bebas sangkar bagi itik petelur. Acara ini mempertemukan lebih dari dua puluh peternak yang tergabung dalam Duck Cage-Free Network, sebuah jaringan non formal yang dibentuk untuk memperkuat praktik pemeliharaan unggas yang lebih etis dan berkelanjutan. Kehadiran perwakilan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menandai adanya dukungan kelembagaan terhadap perubahan paradigma dalam dunia peternakan.
Duck Cage-Free Network lahir dari keprihatinan atas maraknya penggunaan kandang baterai yang membatasi ruang gerak itik hingga sekecil selembar kertas. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan perilaku, mulai dari kerontokan bulu, cedera otot, hingga tanda-tanda stres yang jelas terlihat. Menurut Lolita Saras, Operations and Growth Director ASPI, tren ini harus segera diimbangi dengan solusi yang berpihak pada kesejahteraan hewan. Pelatihan yang digelar bukan hanya bertujuan memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sistem bebas sangkar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas sekaligus menjaga kesehatan unggas.
Dalam sesi materi, Ir. Imam Suswoyo dari Universitas Jenderal Soedirman menekankan bahwa sistem cage-free memungkinkan itik untuk berperilaku alami. Mereka dipelihara berkelompok, memiliki akses ke litter dari sekam atau jerami, serta kolam untuk berenang. Hal ini penting karena itik merupakan hewan semi akuatik yang membutuhkan lingkungan air untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Pandangan serupa disampaikan oleh drh. Agung Ludiro dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, yang menegaskan bahwa keterbatasan akses air dalam kandang baterai bertentangan dengan sifat biologis itik. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyusun regulasi keamanan pangan asal hewan yang memasukkan aspek kesejahteraan sebagai salah satu poin penting.
Diskusi kelompok yang berlangsung setelah sesi observasi lapangan memperlihatkan pengalaman nyata para peternak. Seorang peserta mengaku pernah menggunakan sistem kandang baterai sebelum akhirnya beralih kembali ke metode bebas sangkar. Keputusan tersebut diambil karena rasa iba terhadap kondisi itik yang tidak dapat bergerak bebas. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa perubahan bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga membawa dampak positif bagi hewan dan peternak itu sendiri.