Pisang Ambon Ajaib dari Gunungkidul Jadi Harapan Baru Pertanian Lokal

Jenis pisang dengan empat tandan buah sekaligus dalam satu batang.
Sumber :
  • Dok Pemkab Gunungkidil

GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Fenomena unik tengah menjadi perbincangan warga Dusun Wonongso, Kelurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Sebuah pohon pisang milik petani bernama Pringadi mampu menghasilkan hingga empat tandan buah sekaligus dalam satu batang. Keistimewaan lain dari varietas ini adalah ketahanannya terhadap serangan virus yang selama ini meresahkan petani pisang di wilayah tersebut.

img_title Gotong Royong Playen 2026: Bupati Gunungkidul Dorong Sinergi Warga dan Pemerintah untuk Infrastruktur Tangguh

Keunikan ini pertama kali muncul sekitar satu setengah tahun lalu, tepat pada masa pemilihan presiden, ketika pohon pisang tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda berbeda. Anakan yang tumbuh kembar kemudian berkembang menjadi pohon dewasa dengan tandan buah yang bervariasi, mulai dari dua hingga empat tandan. Fenomena ini diyakini sebagai bentuk mutasi genetika alami. Hingga kini, budidaya pisang tersebut telah memasuki panen ketujuh dengan karakteristik buah yang konsisten.

Pringadi menjelaskan bahwa bibit pisang ini berasal dari Sambirejo, hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada. Dusun Wonongso kala itu menjadi daerah penyangga program budidaya pisang. Keunggulan utama varietas ini bukan hanya jumlah tandannya yang banyak, tetapi juga daya tahan luar biasa terhadap penyakit. Ketika pohon pisang lain di sekitarnya habis terserang virus yang dikenal warga sebagai penyakit “bombrong”, pisang miliknya tetap tumbuh sehat. Bahkan, bibit ini mampu bertahan meski ditanam di lahan bekas tanaman yang sebelumnya terjangkit virus.

img_title Yogyakarta Genjot Kultur Jaringan Pisang untuk Penuhi Permintaan Bibit Nasional

Secara fisik, pisang ini termasuk jenis Ambon, tetapi berbeda dengan Ambon Jawa pada umumnya. Kulit buahnya cenderung kehijauan dengan rasa manis dan ukuran yang besar. Dalam satu kali panen, pohon ini pernah menghasilkan buah yang dijual hingga Rp130.000. Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, Pringadi lebih sering mengonsumsi buah tersebut bersama keluarga dan membagikannya kepada tetangga sekitar, menunjukkan semangat berbagi yang masih kental di pedesaan.

Melihat potensi besar dari varietas ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan segera meninjau langsung kebun Pringadi. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, menyampaikan rencana untuk membudidayakan dan menangkarkan pisang ini secara lebih luas. Ia bahkan mengusulkan agar varietas tersebut diberi nama khusus sehingga dapat menjadi ikon baru bagi Kapanewon Ngawen, khususnya Kelurahan Tancep.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Gerakan Gotong Royong 2026 di Purwosari, Bupati Gunungkidul Dorong Mitigasi Bencana dan Pemerataan Pembangunan