Tak Mau Perempuan Terus Jadi Korban, DPRD Jepara Dukung Sekolah Kartini Berdaya

HMI dan DPRD Jepara Bersatu Hadapi Ancaman Kekerasan terhadap Perempuan
Sumber :
  • Vivajogja

VIVAJogjaJEPARA, Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna menerima audiensi Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam Jepara pada Senin (18/05) di Ruang Ketua DPRD Jepara. Audiensi tersebut membahas program Sekolah Kartini Berdaya yang diprakarsai HMI sebagai upaya penguatan perempuan muda di Kabupaten Jepara.

img_title Ubah Citra Hotel Lewat Aksi Sosial, Two Rich Hotel by Kiyana Gelar Donor Darah Perdana di Bandengan

Program tersebut hadir sebagai respon atas meningkatnya kasus kekerasan dan penganiayaan seksual yang menyasar perempuan, khususnya perempuan muda dan masyarakat marjinal. Dalam audiensi itu, HMI Jepara menegaskan pentingnya menghadirkan ruang edukasi, perlindungan sosial, serta penguatan kapasitas perempuan agar lebih berdaya dan mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai program Sekolah Kartini Berdaya selaras dengan semangat perjuangan R.A. Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan asal Jepara.

img_title Polres Jepara Bongkar 20 Kasus Narkoba, Sita 177,5 Gram Sabu dan 10 Pil Ekstasi

“Perempuan tidak boleh hanya menjadi korban keadaan. Mereka harus dibekali pendidikan, keberanian, dan kemampuan agar mampu menjaga diri serta menjadi kekuatan perubahan di tengah masyarakat,” tegas Agus Sutisna.

Ia mengatakan, DPRD Kabupaten Jepara mendukung penuh langkah HMI Jepara dalam membangun gerakan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan edukatif dan preventif. Menurutnya, persoalan kekerasan seksual terhadap perempuan harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

img_title Pantang Menyerah, Daffa Pelukis Muda Difabel Asal Jepara Siap Harumkan Nama Daerah Lewat Lomba Polri

Agus Sutisna juga menyatakan kesiapan DPRD Jepara untuk membantu dan mengawal pelaksanaan program tersebut, termasuk memberikan dukungan terhadap langkah antisipasi maupun pendampingan apabila terjadi kasus serupa di masyarakat.

“Kami siap membantu kegiatan Sekolah Kartini Berdaya maupun mengawal jika ada kasus kekerasan terhadap perempuan. Ini bukan hanya tugas organisasi tertentu, tetapi tanggung jawab bersama demi melindungi perempuan Jepara,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, HMI Jepara menjelaskan bahwa Sekolah Kartini Berdaya merupakan program pendidikan nonformal yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda terhadap hak diri, perlindungan sosial, kesehatan perempuan, hingga literasi digital dan pengembangan keterampilan kreatif.

Program tersebut akan dilaksanakan pada Mei hingga Juni 2026 dengan melibatkan remaja perempuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Materi yang diberikan mencakup edukasi kesehatan perempuan, literasi hak dan perlindungan sosial, kreativitas digital, hingga pelatihan digital marketing dan pengenalan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Halaman Selanjutnya
img_title