UGM Hormati Hak Keluarga atas Rumah Prof. Sardjito, Upayakan Pemanfaatan Nilai Sejarah

Rumah kediaman Prof Sardjito
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan tanggapan resmi terkait pemberitaan mengenai rumah kediaman Prof. Sardjito, Rektor pertama UGM, yang dikabarkan dijual. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa rumah tersebut merupakan milik pribadi keluarga sehingga segala keputusan mengenai kepemilikan maupun pengelolaan sepenuhnya berada dalam ranah keluarga, bukan kewenangan universitas.

img_title Pemkot Yogya dan Diwa Foundation Bedah Rumah, Prioritaskan Hunian Layak bagi Disabilitas

Dalam pernyataannya, UGM menyampaikan bahwa pihak kampus memahami perhatian publik terhadap kabar tersebut, mengingat Prof. Sardjito adalah tokoh penting dalam sejarah berdirinya UGM dan memiliki jasa besar bagi perjalanan institusi. Namun demikian, UGM menekankan bahwa sebagai lembaga pendidikan, mereka tetap menghormati hak dan keputusan keluarga sebagai pemilik sah rumah tersebut.

Prof. Ova Emilia menegaskan bahwa UGM senantiasa menghormati nilai sejarah dan jasa para pendiri serta tokoh yang telah berkontribusi bagi universitas. Sikap ini menjadi bagian dari komitmen UGM untuk menjaga warisan akademik dan moral yang telah ditanamkan sejak awal berdirinya kampus. Pada saat yang sama, penghormatan terhadap hak keluarga juga menjadi prinsip penting agar tidak terjadi intervensi yang melampaui batas kewenangan institusi.

img_title Bedah Rumah di Bantaran Code: Pemkot Yogya dan Baznas Wujudkan Hunian Layak

Meski rumah tersebut bukan aset universitas, UGM menyatakan tengah berupaya agar nilai sejarah yang melekat pada rumah peninggalan Prof. Sardjito tetap dapat direkognisi. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) untuk menjajaki kemungkinan pemanfaatan rumah tersebut bagi kegiatan akademik maupun sosial. Dengan langkah ini, UGM berharap rumah tersebut dapat menjadi ruang yang tidak hanya mengenang jasa Prof. Sardjito, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Keterlibatan KAGAMA dalam rencana ini menunjukkan adanya sinergi antara universitas dan alumni untuk menjaga warisan sejarah sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang pernah ditanamkan oleh Prof. Sardjito. UGM menilai bahwa rumah tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat kegiatan yang mampu memperkuat ikatan akademik, sosial, dan budaya antara kampus dengan masyarakat.

img_title HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta, Gotong Royong Bedah Rumah Jadi Warisan Nyata

Prof. Sardjito dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran besar dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia. Sebagai Rektor pertama UGM, ia meletakkan dasar-dasar penting bagi pengembangan universitas yang kini menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia Tenggara. Rumah peninggalannya pun dianggap sebagai simbol perjalanan sejarah yang patut dijaga. Oleh karena itu, meski kepemilikan rumah berada di tangan keluarga, UGM tetap berkomitmen untuk mencari jalan agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tidak hilang begitu saja.

Halaman Selanjutnya
img_title