Proyek Infrastruktur Jepara Belum Jalan Akibat Harga Aspal Hingga BBM Melambung
- Vivajogja
VIVAJogja – JEPARA, Kenaikan harga bahan material konstruksi menjadi penyebab utama belum dimulainya proyek-proyek Pemerintah Kabupaten Jepara hingga pertengahan Mei 2026.
Pemkab Jepara diketahui masih menunda proses lelang sejumlah proyek konstruksi, terutama proyek jalan, karena terus naiknya harga material seperti aspal, besi, dan bahan pendukung lainnya.
Ketua Gapensi Jepara, Ansori, mengatakan harga aspal mengalami kenaikan hingga tiga kali dalam beberapa bulan terakhir akibat pengaruh harga BBM global yang belum stabil.
“Update harga aspal sekarang bisa terjadi setiap dua pekan sekali. Pemerintah masih melakukan penghitungan ulang karena harga material terus berubah,” ujarnya, Rabu (20/5).
Saat ini harga aspal per drum isi 155 kilogram mencapai sekitar Rp 2,6 juta, naik dari harga normal Rp 1,9 juta. Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai 20 hingga 25 persen.
Kondisi itu membuat pemerintah daerah belum memulai lelang proyek apa karena khawatir nilai anggaran tidak lagi sesuai dengan harga pasar saat pekerjaan berjalan.
Gapensi Jepara menilai pemerintah daerah maupun pemerintah pusat perlu segera mengambil kebijakan terkait stabilitas harga material konstruksi agar proyek infrastruktur tidak terus tertunda.
Selain berdampak pada pelaksanaan pembangunan, keterlambatan lelang proyek juga berisiko mempersempit waktu pengerjaan hingga akhir tahun.