Pemkot Yogya dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi JKN untuk Wujudkan Hasta Jogja Mulia
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BPJS Kesehatan menegaskan komitmen mereka dalam mengoptimalkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan Hasta Jogja Mulia. Program ini menjadi salah satu pilar penting di bawah kepemimpinan Walikota Hasto Wardoyo dan Wakil Walikota Wawan Harmawan, yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menekankan bahwa Hasta Jogja Mulia merupakan penjabaran langsung dari visi misi pemerintah kota. Menurutnya, Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga kekuatan utama terletak pada kualitas SDM. Pembangunan di kota ini, kata Dedi, dimulai dan berakhir pada manusia. Untuk itu, kesehatan masyarakat menjadi pintu masuk utama dalam meningkatkan kualitas SDM. Ia menegaskan bahwa perluasan kepesertaan JKN adalah langkah strategis untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas manusia Yogyakarta.
Dalam kegiatan optimalisasi kepesertaan JKN yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Dedi mengingatkan bahwa konsep JKN tidak semata-mata soal perlindungan individu, melainkan tentang gotong royong. Ia mencontohkan bahwa masyarakat yang sehat membantu mereka yang sakit, dan yang mampu mendukung yang kurang mampu. Dengan semangat kebersamaan ini, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif mendorong masyarakat agar sadar pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Menurutnya, masih ada sebagian orang yang beranggapan tidak perlu mendaftar karena merasa sehat, padahal prinsip JKN adalah perlindungan kolektif yang menjamin keberlangsungan sistem kesehatan.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menambahkan bahwa kegiatan ini juga berlandaskan pada konsep Universal Health Coverage (UHC), yakni sistem kesehatan yang memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses setara terhadap pelayanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau. Ia menyebutkan bahwa capaian UHC Kota Yogyakarta pada tahun 2024 telah mencapai 99,67 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 91,3 persen. Meski angka tersebut menunjukkan perkembangan positif, Lana menilai masih ada tantangan yang harus diatasi, seperti dinamika data kependudukan, peserta nonaktif, perubahan status pekerjaan, serta kelompok rentan yang belum memiliki jaminan kesehatan aktif.