Ekonomi Indonesia Resilien, Optimisme Menguat di Jogja Financial Festival 2026

Menkeu Purbaya dalam forum Jogja Financial Festival (JFF) 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

BANTUL, VIVA Jogja - Menteri Keuangan Republik Indonesia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan resilien di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Jogja Financial Festival (JFF) 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, sebuah ajang kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Festival ini tidak hanya menjadi ruang penguatan literasi keuangan, tetapi juga wadah dialog strategis mengenai arah perekonomian Indonesia di tengah dinamika global.

img_title APBN DIY 2026 Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi dan Pembangunan Prioritas

Dalam sesi diskusi, Menkeu menekankan bahwa mesin ekonomi Indonesia kini bergerak dengan lebih seimbang. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan, tertinggi sejak kuartal III-2022. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta akselerasi konsumsi pemerintah yang semakin efisien. “Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan,” ujarnya.

Menkeu menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola secara prudent dan efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kesehatan fiskal. Hingga April 2026, defisit APBN terkendali di level 0,64 persen terhadap PDB. Ia menegaskan bahwa efisiensi pengelolaan anggaran menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa menambah beban defisit. “Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa manage anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi,” katanya.

img_title Wagub DIY Sri Paduka Ikut Sensus Ekonomi, Dorong Partisipasi Warga DIY dengan Data Jujur

Selain menjaga fiskal, pemerintah juga memperkuat iklim investasi dan kemudahan berusaha melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Dibentuk pula satuan tugas khusus untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi. “Semua pelaku bisnis boleh melaporkan kendalanya ke satgas, dan setiap minggu kita adakan sidang untuk membereskannya,” jelas Menkeu.

Optimisme pemerintah terhadap perekonomian Indonesia turut tercermin dari tingginya kepercayaan investor global. Penerbitan global bond Indonesia tetap mendapatkan respons positif meski pasar keuangan dunia diliputi volatilitas. Menkeu menilai minat investor terhadap surat utang Indonesia menunjukkan keyakinan pasar terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan prospek ekonomi nasional. “Global bond kita tetap diminati karena investor melihat fondasi ekonomi Indonesia kuat dan kredibel,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Sensus Ekonomi 2026 di Kulonprogo Libatkan 637 Petugas, Data Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan