Polresta Yogyakarta Intensifkan Perburuan Pelaku Penyerangan Pelajar

Konferensi pers tentang geng pelajar
Sumber :
  • Dok Kapolresta Yogyakarta

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kasus penyerangan dengan senjata tajam yang menewaskan seorang remaja berusia 17 tahun berinisial AA di depan SMAN 3 Yogyakarta pada Minggu dinihari, 17 Mei 2026, masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dari enam pelaku yang terlibat, tiga di antaranya telah berhasil ditangkap, sementara empat lainnya masih dalam pengejaran. Polresta Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini dan memastikan para pelaku yang buron segera diproses hukum.

img_title Rumah Persembunyian Geng Pelajar di Cilacap Terkuak, Pernah Dipakai Kasus Bantul

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dalam konferensi pers pada Jumat, 22 Mei 2026, menjelaskan bahwa tiga pelaku yang berhasil diamankan di Cilacap pada awal pekan lalu adalah LTF alias Lupek (18) asal Gondokusuman, YSF alias Ucup (18) asal Mlati, Sleman, serta FHM (17) asal Ngemplak. Lupek disebut sebagai eksekutor utama yang mengayunkan celurit ke arah korban hingga menyebabkan luka parah di bagian dada. Ucup berperan sebagai penyerang kedua, namun aksinya terhenti karena korban sudah terjatuh. Sementara FHM bertugas sebagai pembonceng dalam aksi tersebut.

Adapun tiga pelaku lain yang masih diburu adalah TN, FRL, dan MJ. Selain itu, polisi juga tengah mengejar SR yang diduga menjadi otak pelarian dengan menyediakan kendaraan serta lokasi persembunyian di Cilacap. “Kasus ini bermula dari korban AA yang berboncengan dengan temannya dari Jalan Gejayan menuju Jalan Magelang. Mereka berencana tawuran dengan geng lain. Saat melintas, mereka dikejar enam pelaku yang merupakan anggota geng Vozter dan tengah berpatroli karena mendengar kabar wilayahnya akan terjadi tawuran,” jelas Kapolresta.

img_title Polisi Ringkus Tiga Anggota Geng Pelajar Terkait Aksi Klitih Maut di Yogyakarta

Dalam pengejaran tersebut, para pelaku sempat menanyakan asal sekolah korban. Namun jawaban korban yang dianggap menantang membuat situasi semakin memanas. Di depan Samsat Polda DIY, korban AA bahkan memprovokasi dengan memutar gas kendaraan. Hal ini memicu amarah para pelaku yang kemudian mengejar hingga ke depan SMAN 3 Yogyakarta. Saat korban berhenti untuk meminta pertolongan kepada dua orang yang sedang memasang tenda, Lupek langsung menyerang dengan celurit yang mengenai dada korban hingga menembus selaput jantung. Setelah korban terjatuh, para pelaku segera melarikan diri.

Halaman Selanjutnya
img_title