Bedah Rumah di Tegalpanggung, Pemerintah dan Baznas Hadir Pulihkan Harapan Warga
- Dok Pemkot Yogya
VIVA Jogja - Suasana haru menyelimuti Kampung Ledok Tukangan, Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, ketika pemerintah Kota Yogya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah. Program ini hadir sebagai jawaban atas kesulitan warga yang rumahnya rusak parah akibat hujan deras disertai angin kencang beberapa waktu lalu. Kehadiran Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang turun langsung meninjau lokasi, menambah semangat warga bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat yang sedang berjuang.
Salah satu rumah yang mendapat bantuan adalah milik Bambang Dwi Anggoro dan Aan Prasetyo di Ledok Tukangan RT 007 RW 002. Hunian mereka mengalami kerusakan berat, mulai dari atap yang hilang hingga dinding yang roboh. Kondisi serupa dialami oleh Ispurwanti, seorang ibu tunggal di Kampung Tegal Kemuning, RT 042 RW 009, yang rumahnya ambruk saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ia bersama anak-anaknya harus mengungsi ke rumah kerabat karena tidak lagi bisa menempati rumah yang roboh. Bantuan sebesar Rp 60 juta dari Baznas Kota Yogyakarta disalurkan untuk memperbaiki tiga rumah, masing-masing mendapat Rp 20 juta. Bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang dijalankan dengan semangat gotong royong.
Dalam peninjauan, Hasto Wardoyo menegaskan bahwa program bedah rumah ini dijalankan tanpa melibatkan dana APBD maupun APBN, melainkan murni dari partisipasi masyarakat melalui Baznas. Ia menekankan pentingnya kepedulian sosial dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan warga Yogyakarta. “Rumah yang roboh ini ditempati seorang single parent bersama anaknya. Bisa dibayangkan kalau pemerintah tidak hadir dan tidak segera memperbaiki, mereka tidak bisa beraktivitas dan tidak bisa menghuni rumahnya. Karena itu program bedah rumah tanpa APBD, tanpa APBN, dengan penuh gotong royong ini sangat bermanfaat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proses bantuan dilakukan cepat tanpa birokrasi berbelit agar warga segera bisa kembali menempati rumah mereka. Menurutnya, Baznas bergerak tanpa banyak syarat administratif, sehingga bantuan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Program bedah rumah ini bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memulihkan harapan warga yang sempat kehilangan tempat tinggal. Hasto mengungkapkan bahwa target program bedah rumah di Kota Yogyakarta pada tahun 2026 mencapai 200 rumah. Dari jumlah tersebut, 70 rumah akan ditangani melalui Baznas, sementara 130 rumah lainnya melalui program pemerintah kota. Ia berharap pada bulan Juni, bertepatan dengan ulang tahun Kota Yogyakarta, jumlah rumah yang dibedah bisa semakin banyak, bahkan mencapai 20 rumah dalam satu bulan. Target ambisius ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas manfaat program dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.