Sri Paduka Paku Alam X Sambut Kepala BKKBN DIY Baru, Dorong Kolaborasi Tangani Stunting

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional DIY, Rohina
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X, menerima Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY yang baru, Rohina. Pertemuan berlangsung pada Senin (25/05/2026), di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Dalam suasana hangat, Sri Paduka menyampaikan pesan penting bahwa program kependudukan dan keluarga berencana tidak mungkin dijalankan secara sendiri-sendiri, melainkan harus mengedepankan kemitraan dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kerja sama menjadi kunci agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat dan memberi dampak nyata.

img_title Strategi Penanganan Stunting Kota Yogyakarta Jadi Rujukan Kabupaten Hulu Sungai Utara

Sri Paduka menekankan bahwa peninggalan program dari pejabat sebelumnya yang masih relevan harus terus dikembangkan, sementara capaian yang sudah diraih perlu dipertahankan. Ia berharap Rohina dapat melanjutkan semangat kerja sama yang telah terbangun, sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam pelaksanaan program kependudukan. “Selamat bertugas Ibu. Tetap semangat, kita bersama-sama,” ucapnya, menegaskan dukungan penuh terhadap perjalanan tugas Rohina di DIY.

Menanggapi pesan tersebut, Rohina menyampaikan bahwa BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Ia menekankan perlunya dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Yogyakarta untuk mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana diharapkan Presiden. Kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah, menurutnya, menjadi hal pokok yang harus dijalankan agar program kependudukan dan keluarga berencana benar-benar efektif. Rohina menambahkan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama yang harus segera diperkuat. Ia menilai validitas data merupakan hal mendasar yang menentukan keberhasilan program. Tanpa data yang akurat, pelaksanaan program akan sulit berjalan optimal dan tidak tepat sasaran.

img_title DPAD DIY Dorong Inovasi Kearsipan untuk Menjaga Warisan Sejarah Yogyakarta

Dalam penjelasannya, Rohina menegaskan bahwa bersama timnya ia akan menyiapkan data valid terkait stunting agar penanganannya lebih terarah. Dari data tersebut akan terlihat dukungan apa saja yang perlu melibatkan pihak-pihak terkait. Ia menekankan bahwa penanganan stunting lebih baik dilakukan melalui upaya pencegahan. Program Makan Bergizi (MBG) memang sudah berjalan, tetapi persoalan lain seperti jamban yang tidak sehat dan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi bersama. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar masalah-masalah tersebut dapat ditangani secara komprehensif.

Halaman Selanjutnya
img_title