Indosaku Gandeng Kampus untuk Bangun Budaya Finansial Digital yang Aman
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Platform digital PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku), berupaya memperkuat literasi keuangan digital dan membangun ekosistem fintech lending yang sehat dan berorientasi pada perlindungan konsumen. Perusahaan yang berdiri sejak 2019 ini menilai bahwa edukasi finansial bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Sebagai platform peer-to-peer lending yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indosaku menempatkan literasi keuangan sebagai bagian integral dari strategi bisnisnya. Direktur Utama Indosaku, Yulvina Napitupulu, dalam keterangan tertulisanya, menekankan bahwa pemahaman pengelolaan keuangan kini menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan layanan finansial berbasis teknologi. “Pinjaman bukan sekadar fasilitas instan, melainkan instrumen finansial yang harus digunakan dengan penuh pertimbangan. Masyarakat perlu memahami kebutuhan, kemampuan pembayaran, serta risiko sebelum memutuskan menggunakan layanan keuangan digital,” ujarnya.
Langkah konkret perusahaan terlihat melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan literasi bersama regulator, asosiasi industri, dan institusi pendidikan. Salah satu yang menonjol adalah keterlibatan Indosaku dalam program Pindar Mengajar yang digagas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta. Program ini mengusung filosofi “Transformasi Cerdas Menjadi Bijak”, sebuah gagasan yang menekankan pentingnya kecerdasan finansial sekaligus kemampuan menggunakan layanan digital secara tepat dan bertanggung jawab. Filosofi tersebut menjadi pijakan agar masyarakat tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang dalam mengambil keputusan finansial.
Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan literasi bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai pusat pendidikan dengan konsentrasi mahasiswa dari berbagai daerah. Lingkungan akademik yang dinamis dinilai efektif untuk menjangkau kelompok usia muda, yang cenderung aktif menggunakan layanan keuangan digital dan sedang berada dalam fase pembentukan kebiasaan finansial. Indosaku melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk menanamkan budaya finansial yang sehat sejak dini, sehingga generasi muda tidak terjebak dalam praktik pinjaman ilegal atau investasi bodong yang marak beredar di dunia maya.