Tragedi Wisata Posong, Satu Keluarga Meninggal Dunia Termasuk Mahasiswa UGM
- Dok FIB UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Suasana duka menyelimuti Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, setelah peristiwa tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang. Empat orang anggota keluarga ditemukan meninggal dunia saat berwisata di kawasan Posong, Kecamatan Kledung, pada Rabu, 27 Mei 2026. Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan masyarakat setempat, tetapi juga menimbulkan duka mendalam di lingkungan akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), karena salah satu korban merupakan mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Budaya.
Korban yang meninggal dunia adalah M Ali Munawar (52), istrinya Magfiroh Alvira (43), serta dua putra mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakim (16). Bagas diketahui merupakan mahasiswa Program Studi Sastra Perancis UGM angkatan 2022. Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Setiadi, membenarkan kabar tersebut dan menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas kehilangan mahasiswa yang dikenal aktif dalam kegiatan kampus. “Fakultas Ilmu Budaya sangat berduka atas meninggalnya Bagas. Kami masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab peristiwa ini,” ujarnya.
Kronologi kejadian bermula ketika petugas pengelola glamping Posong mendatangi tenda keluarga tersebut sekitar pukul 11.45 WIB untuk meminta mereka melakukan check out. Namun, tidak ada respons dari dalam tenda. Hingga pukul 15.00 WIB, petugas kembali mendatangi lokasi dan akhirnya membuka tenda. Saat itulah keempat anggota keluarga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan adanya dugaan kecelakaan, namun kemudian berkembang menjadi dugaan keracunan. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim medis bersama kepolisian.
Perwakilan keluarga korban, Asadi (51), menjelaskan bahwa Ali Munawar sehari-hari membuka toko di Pasar Warung Lanang Temenggungan, Ambarawa. Ia menuturkan bahwa keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. “Awalnya kami hanya diberitahu karena kecelakaan. Namun kemudian muncul informasi dugaan keracunan, meski belum jelas jenisnya. Untuk memastikan, harus dilakukan otopsi,” kata Asadi di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Keluarga besar pun segera menuju Temanggung untuk memastikan kondisi dan menjemput jenazah.
Keluarga Ali Munawar sebelumnya berpamitan untuk berwisata pada Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan dengan acara kumpul keluarga. Namun, tidak ada yang mengetahui secara pasti tujuan wisata mereka hingga kabar duka itu datang. Jenazah seluruh korban kemudian dimakamkan di TPU Dusun Bendosari, Desa Kebumen, karena almarhum merupakan warga asli desa tersebut. Prosesi pemakaman diwarnai tangis haru dari kerabat, tetangga, dan rekan-rekan Bagas yang datang memberikan penghormatan terakhir.