Misteri Puluhan Kebakaran di Rumah Warga Seyegan Mengarah ke Dugaan Gas Metana dari Bawah Permukaan Tanah

Tim UGM dan UPN Veteran Yogyakarta teliti kemunculan api misterius di rumah warga Sleman
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska Sani Evani

SLEMAN, VIVA Jogja - Misteri kemunculan api yang berulang kali membakar sejumlah bagian rumah milik Agus Yani di wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman, mulai menemukan titik terang. Setelah hampir sepekan menimbulkan keresahan warga dan memicu lebih dari 50 kejadian kebakaran kecil, sejumlah tim peneliti dari perguruan tinggi melakukan investigasi lapangan dan menemukan indikasi kuat adanya gas metana yang bermigrasi dari bawah permukaan tanah menuju area permukiman.

img_title UGM Luncurkan Kurikulum Baru untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Temuan tersebut merupakan hasil kajian awal yang dilakukan tim Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta. Penelitian dilakukan di sekitar rumah korban hingga kawasan Sungai Nepen yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Dekan FTME UPN “Veteran” Yogyakarta, Basuki Rahmad, menjelaskan bahwa investigasi dilakukan untuk mengidentifikasi sumber yang diduga menjadi pemicu munculnya titik-titik api misterius di dalam rumah warga. Berdasarkan pengamatan lapangan, tim menemukan indikasi adanya gas yang berasal dari bawah permukaan tanah.

img_title Perjuangan Anak Penjual Keripik, Tiara Julianti Raih Kuliah Gratis di Kedokteran UGM

Dalam penelusuran tersebut, tim menyisir area sungai dan menemukan singkapan batuan lanau berwarna gelap yang di dalamnya terdapat genangan air. Saat dilakukan pengamatan lebih lanjut, muncul gelembung-gelembung gas dari bawah permukaan genangan tersebut.

Menurut Basuki, kemunculan gelembung itu menjadi petunjuk penting yang mengarah pada keberadaan gas metana atau CH4. Untuk memastikan temuan tersebut, tim melakukan pengujian sederhana menggunakan pipa paralon yang dipasang pada titik keluarnya gelembung gas.

img_title UGM Lantik 620 Insinyur Baru, Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Profesional

Hasil pengujian menunjukkan bahwa gas memang keluar dengan tekanan relatif rendah. Namun ketika pipa dilepas, gas kembali muncul dan menyembur dari bawah air. Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa terdapat akumulasi gas metana di bawah lapisan tanah kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, keberadaan batuan lanau berwarna gelap juga menjadi indikator bahwa wilayah tersebut kemungkinan merupakan bekas rawa pada masa lalu. Endapan organik yang tersimpan dalam lingkungan rawa berpotensi menghasilkan gas metana melalui proses pembusukan material organik dalam jangka waktu panjang.

Diteliti

Sampel batuan yang ditemukan kemudian diambil untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium guna memastikan karakteristik geologi kawasan tersebut. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui besaran potensi gas yang tersimpan di bawah permukaan.

Halaman Selanjutnya
img_title