Lonjakan Penumpang Bandara Adisutjipto Jadi Cermin Mobilitas Libur Panjang dan Daya Tarik Wisata Slema
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Aktivitas di Bandara Adisutjipto Yogyakarta kembali menjadi sorotan menjelang libur panjang akhir Mei 2026. Data operasional menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang, terutama pada Sabtu, 23 Mei, yang mencatat rekor tertinggi dengan total 529 orang. Dari angka tersebut, 258 merupakan penumpang kedatangan dan 271 keberangkatan. Lonjakan ini menjadi penanda kuat bahwa mobilitas masyarakat semakin dinamis, dipengaruhi oleh kebijakan kerja fleksibel dan daya tarik wisata budaya di Sleman.
General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan bahwa tren peningkatan penumpang tidak lepas dari kebijakan Work From Anywhere (WFA). Menurutnya, fleksibilitas kerja mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal, termasuk mudik sebelum puncak libur panjang. “Hari Sabtu termonitor menjadi jumlah penumpang terbanyak. Kemungkinan ini didorong adanya kebijakan Work From Anywhere, sehingga masyarakat memilih lebih dulu mudik,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 29 Mei 2026.
Sepekan sebelum puncak, pergerakan penumpang sudah menunjukkan tren tinggi. Pada Jumat, 22 Mei, tercatat 527 penumpang dengan dominasi kedatangan sebanyak 290 orang. Puncak terjadi sehari setelahnya, sebelum kemudian menurun tipis pada Minggu, 24 Mei, dengan total 524 penumpang. Menariknya, meski jumlah keseluruhan turun, keberangkatan justru melonjak hingga 354 orang, menandakan arus keluar dari Yogyakarta masih kuat pada akhir pekan tersebut. Memasuki awal pekan, angka penumpang mulai melandai. Senin mencatat 371 orang, Selasa 359, Rabu 287, dan Kamis 261 penumpang. Penurunan ini dianggap wajar karena masyarakat sudah lebih dulu memanfaatkan momentum libur panjang.
Meski tren menurun setelah puncak akhir pekan, pihak bandara memprediksi arus balik akan kembali meningkat menjelang libur Hari Lahir Pancasila awal Juni. Soekadi menyebut, pola mobilitas masyarakat biasanya kembali naik pada periode tersebut, sehingga bandara bersiap menghadapi gelombang penumpang berikutnya. Prediksi ini sejalan dengan pola tahunan di mana libur nasional menjadi pemicu utama pergerakan penumpang.
Selain faktor kebijakan kerja fleksibel, tingginya kunjungan wisata turut menjadi magnet kedatangan. Wisatawan yang tiba di Bandara Adisutjipto umumnya langsung menuju destinasi populer di Sleman, terutama kawasan Candi Prambanan. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menegaskan bahwa wisata budaya masih menjadi primadona. Kompleks candi yang dikelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko tetap mendominasi kunjungan. Tidak hanya Prambanan, sejumlah candi lain seperti Ratu Boko, Ijo, Sambisari, Kalasan, Sari, Barong, hingga Gebang juga menjadi tujuan favorit. Sepanjang 2025, total kunjungan ke kawasan candi mencapai 2.634.596 wisatawan, menunjukkan kuatnya daya tarik wisata budaya Sleman.