Rumah Terbakar Misterius di Sleman, Pakar Geologi UGM dan UPN Ungkap Penjelasan Ilmiah
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
SLEMAN, VIVA Jogja - Fenomena kebakaran misterius yang menimpa rumah milik Agus Yani di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya mulai terkuak setelah tim ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta turun tangan melakukan investigasi. Peristiwa ini sempat membuat geger warga karena terjadi berulang kali dalam waktu singkat.
Kebakaran pertama tercatat pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026, dan dalam kurun sepekan hingga 30 Mei 2026, sudah terjadi 57 kali kebakaran yang menyasar perabot rumah tangga seperti pakaian, sofa, hingga boneka.
Hasil Investigasi UGM: Gas Metana Terserap Material Berpori
Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi, menduga kuat bahwa rangkaian kebakaran tersebut dipicu oleh akumulasi gas metana (CH₄). Saat melakukan olah tempat kejadian perkara pada 30 Mei, tim UGM menggunakan kamera thermal untuk mengukur suhu di titik-titik bekas kebakaran serta mengambil sampel air sumur. Langkah ini dilakukan karena beberapa titik api berada dekat jalur pipa air dan sumur warga, sehingga perlu dipastikan apakah air ikut terkontaminasi gas.
“Kami lakukan pengukuran suhu di titik kebakaran kemudian juga mengambil sampel air sumur di rumah ini. Ke depan, kami akan membawa alat untuk mengukur kandungan gas metana di rumah ini,” jelas Sarju.
Ia menambahkan bahwa benda-benda yang terbakar, seperti sofa dan boneka, merupakan material berpori yang mudah menyerap gas metana. Ketika konsentrasi gas tinggi dan bereaksi dengan oksigen (O₂), percikan api dapat tercipta dengan mudah. “Sifat gas itu kalau jumlahnya tertentu. Kalau dia kena oksigen, O₂, CH₄, itu dia akan nyala (terbakar). Mungkin perantaranya air, atau keluar lewat lantai yang bocor,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, Sarju menyarankan agar rumah segera memperbaiki sirkulasi udara dan memasang kipas angin atau blower untuk mendorong gas keluar.
Temuan UPN: Gas Berasal dari Rawa Purba Sungai Nepen
Sementara itu, tim dari UPN Veteran Yogyakarta melakukan pelacakan geologis di sekitar lokasi. Mereka menemukan indikasi kuat adanya gas metana di Sungai Nepen, sekitar 300 meter dari rumah korban.