Program Strategis Nasional di DIY Dorong Stabilitas Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2026. Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY menunjukkan belanja negara telah mencapai Rp6,213 triliun atau 31,79 persen dari pagu anggaran, sementara pendapatan negara terealisasi Rp3,247 triliun atau 29,84 persen dari target.
Realisasi tersebut diwujudkan dalam berbagai Program Strategis Nasional (PSN) dan belanja tematik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pemerintah menekankan bahwa APBN bukan sekadar instrumen fiskal, melainkan juga shock absorber yang mampu meredam dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian daerah.
Salah satu program yang menunjukkan capaian signifikan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga April 2026, program ini telah menjangkau 828.963 penerima manfaat melalui 402 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif. Dengan dukungan 16.513 petugas dan 2.448 pemasok, realisasi anggaran MBG mencapai Rp633,15 miliar. Program ini dinilai berhasil memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus mendukung kualitas sumber daya manusia di DIY.
Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga mencatat perkembangan positif. Sebanyak 438 koperasi telah memiliki akun Simkopdes, dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY melalui inkubasi bisnis dan integrasi dalam platform SiBakul. Program ini diharapkan memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan daya saing koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Di sektor perumahan, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah dilaksanakan di 21 perumahan yang tersebar di empat kabupaten/kota dengan total pembangunan 83 unit rumah. Program ini melibatkan tujuh bank, empat asosiasi, dan 18 pengembang, menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Bidang pendidikan juga menjadi fokus utama. Program Sekolah Rakyat telah berjalan dengan operasional dua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang menampung 275 siswa. DIY juga menjadi lokasi penyelenggaraan SMA Unggul Garuda melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Sleman yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate dengan sistem boarding school semi-militer. Selain itu, revitalisasi sekolah terus dilakukan, dengan 211 sekolah telah direvitalisasi dari target 215 sekolah hingga April 2026.