Yogyakarta Mantapkan Roadmap Ekonomi Kreatif Lewat Sinergi OPD dan Komunitas

Pemkot Yogya melakukan kajian komprehensif arah baru ekonomi kreatif
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

 

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyiapkan arah baru pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) dengan melakukan kajian komprehensif yang mencakup pemetaan potensi, identifikasi tantangan, hingga perumusan strategi penguatan ekosistem. Kajian ini diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan dan program yang akan dijalankan pada tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota kreatif yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Dalam forum diskusi yang digelar, organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar pengembangan ekraf tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dalam satu visi besar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkot Yogyakarta, Kadri Renggono, menekankan bahwa Yogyakarta memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan ekraf. Budaya yang hidup, komunitas kreatif yang aktif, ruang-ruang seni, festival, perguruan tinggi, hingga inovasi digital menjadi fondasi yang tidak dimiliki banyak kota lain. Tantangan utama bukan lagi menciptakan kreativitas, melainkan bagaimana mengelola kreativitas tersebut menjadi sistem yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Menurut Kadri, kajian ini tidak hanya memetakan potensi dan tantangan, tetapi juga menawarkan arah penguatan city branding Yogyakarta sebagai City of Festival serta menyusun roadmap pengembangan ekraf yang dapat dijadikan referensi bersama.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menambahkan bahwa keterbatasan sumber daya alam di wilayah Yogyakarta membuat sumber daya manusia menjadi aset utama. Kreativitas masyarakat harus digarap secara serius dan terarah. Ia mengajak seluruh dinas di lingkungan Pemkot Yogyakarta untuk bersinergi dengan komunitas, pelaku usaha, dan akademisi dalam merumuskan aksi nyata. Menurutnya, hasil kajian yang disampaikan sudah cukup komprehensif, tinggal bagaimana eksekusinya dilakukan secara konsisten. Wawan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar setiap subsektor industri kreatif dapat bergerak bersama, mulai dari seni pertunjukan, desain, kuliner, hingga ekonomi digital.

Tim Kajian Pengembangan Ekraf yang dipimpin oleh Greg Wuryanto menegaskan bahwa penyusunan kajian ini merupakan upaya menyatukan seluruh stakeholder dalam kerangka hexahelix, yaitu pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, media, dan investor. Dengan pendekatan ini, Yogyakarta diharapkan mampu memiliki satu visi, misi, dan aksi dalam mewujudkan diri sebagai kota kreatif dunia. Greg menilai bahwa modal budaya, festival, ekosistem pendidikan, serta potensi digital yang berkembang harus diubah menjadi sistem yang terkurasi, terdata, terkelola, dan terhubung sehingga memberikan dampak nyata. Roadmap yang pernah disusun sebelumnya perlu dimutakhirkan agar sesuai dengan kebutuhan zaman dan tantangan baru yang muncul.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif