KOPERKASA 50 Tahun, Digitalisasi Koperasi Karyawan Jadi Teladan di Yogyakarta
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Semangat kolektivitas dan inovasi melalui peringatan 50 tahun berdirinya KOPERKASA, koperasi karyawan PT Sari Husada yang kini telah berkembang menjadi salah satu koperasi modern di Kota Gudeg. Perayaan yang berlangsung di kantor baru KOPERKASA di Kotagede, sekaligus menjadi momentum peresmian gedung baru, menandai tonggak penting perjalanan panjang koperasi yang lahir pada tahun 1976.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, serta Ketua KOPERKASA, Andi Nugroho. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah terhadap koperasi yang mampu bertahan dan berkembang selama lima dekade, sekaligus menjadi role model bagi koperasi karyawan lain di Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Wawan Harmawan menyampaikan apresiasi atas capaian KOPERKASA yang kini mengelola beragam unit usaha, mulai dari simpan pinjam, minimarket, perdagangan umum, rental kendaraan, tour and travel, snack dan lunchbox, laundry, hingga badan usaha PT KMA dan PT BKM. “Selamat atas peresmian kantor baru sekaligus ulang tahun ke-50 KOPERKASA. Ini pencapaian luar biasa. Di usia emas, koperasi ini sudah memiliki kantor sendiri dan berbagai unit usaha yang berkembang dengan baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan KOPERKASA layak menjadi teladan. “KOPERKASA harus bisa menjadi role model bagi koperasi karyawan lainnya. Kami berharap koperasi ini terus berkembang dan turut membina koperasi lain, minimal di wilayah Kotagede,” katanya.
Wawan juga menyoroti langkah digitalisasi yang telah diterapkan KOPERKASA dalam pengelolaan koperasi. Menurutnya, transformasi digital menjadi kunci agar koperasi tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Digitalisasi yang sudah berjalan dengan baik ini dapat menjadi contoh bagi koperasi lain sehingga mampu mengikuti jejak keberhasilan KOPERKASA,” tambahnya.
Sementara itu, Tri Karyadi Riyanto Raharjo menilai usia 50 tahun merupakan fase kematangan yang menandai kekuatan dan keberlanjutan sebuah koperasi. Ia menekankan bahwa keberadaan kantor baru semakin memperkuat eksistensi KOPERKASA sebagai koperasi modern yang mampu bertransformasi. “KOPERKASA memiliki beragam unit usaha dan menjadi contoh koperasi yang ideal. Bahkan saya melihat ini sebagai prototipe koperasi yang layak menjadi contoh tidak hanya untuk Kota Yogyakarta, tetapi juga Indonesia,” ujarnya. Tri Karyadi berharap KOPERKASA dapat terus menjalin kolaborasi dengan koperasi lain yang skalanya lebih kecil agar tercipta ekosistem koperasi yang saling mendukung.