Pemerintah Prioritaskan Kopdes yang Rampung, Puluhan Armada Mulai Disalurkan ke Jepara
- Vivajogja/Kodim 0719 Jepara
VIVAJogja – JEPARA, Distribusi armada operasional untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Jepara mulai berjalan. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan bangunan koperasi yang telah selesai dibangun.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0719/Jepara, Kapten Infanteri Alex Efendi, mengungkapkan hingga awal Juni 2026 sebanyak sekitar 47unit truk dan 15 unit pickup telah diterima sejumlah Kopdes Merah Putih di Jepara. Pengiriman armada dari pemerintah pusat dilakukan secara bertahap sejak Mei lalu.
“Kiriman armada tidak datang sekaligus. Untuk truk yang sudah terdistribusi saat ini sekitar 47 unit,” ujarnya Kepada Vivajogja saat di konfirmasi lewat Sambungan telpon Selasa (9/6).
Selain truk, setiap Kopdes Merah Putih nantinya akan memperoleh satu unit mobil pikap dan satu unit kendaraan roda tiga sebagai sarana pendukung operasional.
Namun, jumlah kendaraan yang telah diterima masih terbatas. Untuk mobil pikap, misalnya, baru sekitar 15 unit yang telah disalurkan.
Menurut Alex, armada hanya diberikan kepada koperasi yang pembangunan gedungnya telah rampung sepenuhnya. Kebijakan tersebut diterapkan agar kendaraan yang diterima dapat langsung ditempatkan dan dikelola dengan baik.
Meski sejumlah armada sudah berada di lokasi, belum ada Kopdes Merah Putih di Jepara yang beroperasi.
Saat ini, pengelola masih melengkapi berbagai kebutuhan penunjang, mulai dari perabot, rak penyimpanan, hingga persiapan unit usaha yang akan dijalankan.
“Masih ada beberapa fasilitas yang harus dipenuhi. Setelah semuanya siap, baru akan dilakukan peluncuran dan operasional,” jelasnya.
Data sementara menunjukkan sebanyak 119 bangunan Kopdes Merah Putih telah berdiri di berbagai desa dan kelurahan di Jepara. Dari jumlah tersebut, sekitar 73 unit telah selesai 100 persen, sedangkan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Sementara itu, masih terdapat sejumlah desa dan kelurahan yang belum memiliki Kopdes Merah Putih. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan lahan yang dinilai layak untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Alex menegaskan, penyelesaian bangunan menjadi syarat utama sebelum armada disalurkan.
Selain memastikan kendaraan memiliki tempat penyimpanan yang memadai, langkah tersebut juga bertujuan agar aset yang diterima dapat segera dimanfaatkan saat koperasi mulai beroperasi.