Sri Sultan HB X Terima MWA UGM, Dorong Akuntabilitas dan Penguatan Tata Kelola Kampus

Majelis Wali Amanat UGM bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola internal di tengah kompetisi antarperguruan tinggi yang semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun global. Hal ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan jajaran Majelis Wali Amanat (MWA) UGM periode 2026–2031.

img_title UGM Luncurkan Kurikulum Baru untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Pertemuan berlangsung pada Selasa (09/06/2026) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Rombongan MWA UGM yang dipimpin langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, hadir untuk melakukan koordinasi sekaligus menyerap arahan strategis dari Sri Sultan. Pertemuan ini memiliki nilai penting karena Sri Sultan merupakan anggota tetap (eks-ofisio) dari MWA, lembaga tertinggi di universitas tersebut.

Dalam audiensi tersebut, Sri Sultan menekankan pentingnya menjaga soliditas internal kampus dan menyelesaikan berbagai persoalan tata kelola. Menurutnya, manajemen yang bersih dan tuntas menjadi fondasi utama bagi universitas untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan. “Bagi satu kampus itu penting, internalnya harus diselesaikan. Kalau ada aspek manajemen yang belum jelas, segera dibereskan supaya kokoh. Kompetisi antar kampus sudah terjadi,” tegas Sri Sultan.

img_title Sri Sultan Dorong Efisiensi dan Keselamatan dalam Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY

Selain aspek manajemen, Sultan juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas akademik tenaga pendidik. Ia mendorong adanya inovasi berupa ruang publikasi rutin agar dosen semakin kaya pengalaman akademis yang diakui. “Bagaimana UGM bisa meningkatkan kapasitas, kualitas produk, mungkin dengan membuat buletin. Supaya dosen-dosen punya pengalaman akademik yang lebih luas,” tambahnya.

Sri Sultan menaruh harapan besar agar kepengurusan MWA yang baru mampu menjawab ekspektasi masyarakat. Keterbukaan informasi dan tata kelola yang bertanggung jawab disebut sebagai kunci utama dalam memimpin universitas di era modern. “Ke depan, kita harus lebih terbuka. Membangun akuntabilitas. Karena tuntutan publik sudah sampai di situ,” ujarnya.

img_title DIY Jadi Inspirasi Penataan Kota Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045

Pertemuan yang berlangsung hangat ini sekaligus menjadi momen perkenalan formasi baru MWA UGM sebelum resmi mengemban tugas. Pihak universitas memandang audiensi ini sebagai langkah krusial untuk menyelaraskan arah kelembagaan. Rektor UGM, Ova Emilia, menegaskan bahwa kehadiran mereka bertumpu pada kapasitas Sri Sultan sebagai bagian dari internal MWA. Arahan dari Sultan dinilai sangat diperlukan sebagai kompas arah gerak UGM ke depan. “Ngarsa Dalem adalah anggota tetap MWA. Jadi kami melakukan audiensi untuk mendapatkan arahan yang diperlukan bagi UGM,” jelas Ova.

Halaman Selanjutnya
img_title