Uji Coba Perahu Mesin di Sungai Winongo, Langkah Awal Patroli Kebersihan Kota Yogyakarta

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melakukan uji coba perahu mesin tempel di Sungai Winongo,
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melakukan uji coba perahu mesin tempel di Sungai Winongo, wilayah Ngampilan, Kamis (12/06/2026). Uji coba ini bertujuan memastikan kecocokan perahu dan mesin tempel untuk digunakan dalam patroli kebersihan sungai. Dalam kegiatan tersebut, Hasto menyusuri aliran Sungai Winongo dari selatan Jembatan Serangan menuju utara, kemudian berbelok ke arah selatan dan kembali lagi. Perahu kayu yang digunakan digerakkan dengan mesin tempel, namun tetap dibantu dengan dayung dan tali untuk menarik perahu. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta turut mendukung jalannya uji coba.

img_title Pemkot Yogyakarta Tambah Sembilan Trash Barrier, Perkuat Pengendalian Sampah Sungai

Hasto menilai mesin tempel yang digunakan belum sepenuhnya cocok dengan kondisi Sungai Winongo yang dangkal. Mesin tersebut biasanya digunakan untuk speedboat kecil, sehingga kurang sesuai dengan karakter sungai di Yogyakarta. Ia menyebut mesin tempel perahu ketinting yang banyak digunakan di Kalimantan lebih tepat untuk kondisi Sungai Winongo. Hasto bahkan mengingat pengalamannya saat bertugas sebagai dokter puskesmas di pedalaman Kalimantan, di mana ia sering menggunakan perahu ketinting untuk menyusuri sungai kecil dan dangkal. “Ya, mesinnya belum cocok dengan sungainya. Jadi saya akan memilih mencari seperti ketinting itu yang cocok untuk sungai yang tidak terlalu dalam. Kalau perahunya sudah cocok menurut saya, tinggal mesinnya saja yang nanti kita sesuaikan. Ini masih kita pelajari. Kalau di sini tidak ada, terpaksa beli di Kalimantan,” ujarnya.

Tahap awal penggunaan perahu mesin tempel ini difokuskan untuk patroli kebersihan Sungai Winongo. Pemerintah Kota Yogyakarta berencana mengontrol kebersihan hulu dan hilir sungai, termasuk memantau sampah maupun limbah berbahaya yang mungkin dibuang ke aliran air. Jika perahu dapat beroperasi dengan lancar, Hasto berencana melibatkan mahasiswa dalam patroli kebersihan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik sungai dan komunitas pencinta alam akan diajak turun langsung ke sungai menggunakan perahu. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata baru. “Sambil jalan setelah itu, mungkin satu dua wisatawan bisa ikut menikmati sungai di Kota Yogya. Sambil bersih-bersih kemudian akhirnya kita bisa nikmati,” jelas Hasto.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pelantikan Pejabat Pemkot Yogya di Sungai Winongo: Simbol Empati dan Kepedulian Lingkungan