Jogja–Ngawi Perkuat Sinergi Bela Beli Produk Unggulan Lokal
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi menjajaki kerja sama antardaerah melalui konsep bela beli produk unggulan lokal. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah penguatan ketahanan pangan, khususnya pengiriman komoditas padi dari Kabupaten Ngawi ke Kota Yogyakarta. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan laju inflasi di Yogyakarta. Rencana kerja sama ini disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, di ruang kerjanya pada Jumat (12/06/2026).
Wawan menegaskan bahwa Kota Yogyakarta memiliki keterbatasan lahan pertanian sehingga tidak memungkinkan untuk mengembangkan produksi padi dalam skala besar. Karena itu, kolaborasi dengan daerah penghasil pangan seperti Ngawi menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga beras. Ia menyebut kerja sama ini bukan hanya soal pangan, tetapi juga pertukaran produk unggulan. “Kabupaten Ngawi memiliki produksi padi yang sangat besar, sehingga harapannya nanti padi dari Ngawi dapat masuk ke Yogyakarta. Sebaliknya, produk unggulan dari Yogyakarta seperti batik juga dapat dipasarkan di Ngawi. Inilah bentuk kolaborasi dan sinergi yang ingin kami bangun bersama,” jelasnya.
Selain sektor pangan, kedua daerah juga membuka peluang kerja sama di bidang pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Wawan mencontohkan wisata berbasis kampung yang berkembang di Yogyakarta dapat menjadi referensi bagi Ngawi. Menurutnya, kerja sama lintas sektor ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah dan pengendalian inflasi. Pasokan pangan yang terjaga diyakini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menuturkan bahwa Ngawi merupakan salah satu daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia, sehingga memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan pangan daerah lain. “Ngawi terkenal dengan produktivitas padi yang cukup tinggi secara nasional. Ketika potensi ini disinergikan dengan daerah lain, tentu masing-masing daerah akan mendapatkan manfaat yang baik. Produk dari Ngawi bisa masuk ke Yogyakarta, dan sebaliknya produk unggulan dari Yogyakarta juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Ngawi,” ujarnya. Menurutnya, kerja sama antardaerah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menekan inflasi. Ia menambahkan bahwa kesinambungan berbagai program kerakyatan akan terjalin lebih baik melalui kolaborasi semacam ini.