Legislatif dan Pemkot Yogyakarta Bergerak, Anggaran BBM Damkar Terancam Habis
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Ancaman berhentinya operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta pada September 2026 akibat lonjakan harga BBM membuat kalangan legislatif dan eksekutif pasang badan. Komisi C DPRD Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk mengawal kecukupan anggaran, sementara Pemkot menyiapkan skema darurat agar pelayanan publik yang menyangkut keselamatan masyarakat tidak terganggu.
Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Bambang Seno Baskoro, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Damkarmat. Ia menekankan bahwa pelayanan publik harus berbasis kinerja, bukan sekadar bergantung pada ketersediaan anggaran. “Prinsip berbasis kinerja menjadi hal pokok. Anggaran menyesuaikan, bukan sebaliknya. Kami dorong penyesuaian di APBD Perubahan 2026 agar tupoksi Damkarmat tetap berjalan,” ujarnya. Seno menegaskan, legislatif akan meminta eksekutif dan Badan Anggaran (Banggar) untuk menjadikan tambahan alokasi BBM Damkarmat sebagai prioritas mutlak. Menurutnya, sangat berisiko jika armada pemadam kebakaran terhambat hanya karena anggaran BBM habis. “Jangan sampai pemadaman api terkendala karena BBM tidak tersedia,” tegasnya.
Meski siap memperjuangkan tambahan anggaran, Seno juga menilai situasi ini menjadi momentum bagi Damkarmat untuk melakukan efisiensi strategis. Ia mendorong penerapan skala prioritas pelayanan, mengingat selama ini personel Damkarmat kerap melintasi batas wilayah membantu pemadaman di Sleman dan Bantul. “Damkarmat kota perlu lebih selektif, diprioritaskan dulu kejadian kebakaran di wilayah Kota Yogyakarta,” jelasnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai tugas pokok dan fungsi Damkarmat. Aduan non-kebakaran yang masuk ke posko dinilai terlalu beragam, bahkan di luar ketugasannya. “Pelayanan Damkarmat banyak sekali, masyarakat kadang tidak mau tahu. Harus ada edukasi mana yang memang tupoksi Damkarmat,” imbuhnya.
Seno juga mengungkapkan bahwa krisis anggaran akibat fluktuasi harga BBM tidak hanya membayangi Damkarmat, tetapi juga dinas teknis lain dengan mobilitas tinggi, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Truk pengangkut sampah dan armada penyemprot air DLH membutuhkan pasokan BBM yang stabil. Komisi C berencana mengundang dinas terkait pekan depan untuk memetakan kebutuhan riil sebelum pembahasan APBD Perubahan digulirkan.