1 Muharam 1448 H, Jepara Teguhkan Persatuan dan Sinergi untuk Kemajuan Daerah

Bupati Jepara Ajak Warga Jadikan 1 Muharam Momentum Hijrah dan Penguatan Persatuan
Sumber :
  • Vivajogja/kominfo Jepara

VIVAJogja – JEPARAPemerintah Kabupaten Jepara menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat semangat hijrah, persatuan, dan sinergi dalam membangun daerah. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Khotmil Qur’an, Maulid Nabi, dan Doa Bersama yang digelar di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Senin (15/6).

img_title Rakor 15 Desa, Camat Tahunan Minta Petinggi Gerak Cepat Hadapi Persoalan Warga

Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu dihadiri Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) hijriahKabupaten Jepara H. Akhsan Muhyiddin, Rais Syuriyah PCNU Jepara KH. Khayatun Abdullah Hadziq, jajaran Forkopimda, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengajak seluruh masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan kehidupan selama setahun terakhir. Menurutnya, makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.

img_title Witiarso dan Abdul Wachid Kompak Dorong Transformasi KUA, Tak Lagi Sekadar Urus Nikah

“Pergantian tahun Hijriah ini adalah momentum bagi kita untuk menundukkan hati dan melakukan muhasabah. Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih banyak memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Jepara selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta menurunnya angka kemiskinan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, dan berbagai unsur lainnya mampu menghasilkan kemajuan yang nyata.

img_title PT Samwon Jepara Tutup Setelah 11 Tahun Beroperasi, 680 Karyawan Terkena PHK

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan kerja keras, kebersamaan, dan kepedulian sosial untuk diselesaikan secara bersama-sama.

Karena itu, memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat diajak untuk terus memperkuat semangat gotong royong, menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Semangat hijrah harus menjadi energi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan akan lebih mudah kita hadapi,” kata Witiarso.

Halaman Selanjutnya
img_title