Lonjakan Wisata Libur Sekolah, DPRD Yogyakarta Soroti Krisis Parkir dan Akses Kota
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gelombang wisatawan pada musim libur sekolah tahun 2026 segera akan terjadi di Yogyakarta. Kota yang dikenal sebagai destinasi utama wisata budaya dan sejarah ini diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan. Namun, di balik antusiasme tersebut, muncul kekhawatiran serius dari DPRD Kota Yogyakarta terkait kesiapan infrastruktur, khususnya masalah parkir bus wisata yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas pengunjung.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko, menilai situasi ini sebagai ujian berat bagi pemerintah kota. Ia menekankan bahwa liburan kali ini akan menjadi batu uji sejauh mana Yogyakarta mampu menampung wisatawan nusantara yang mayoritas datang menggunakan bus besar. Menurutnya, kebijakan pembatasan akses bus wisata ke kawasan Titik Nol Kilometer dan rekayasa lalu lintas di Malioboro berpotensi menurunkan minat kunjungan. “Liburan tahun ini adalah batu ujian terkait kesiapan kota menampung para wisatawan saat musim liburan sekolah,” ujarnya.
Sebagai solusi sementara, Pemkot Yogyakarta mengarahkan bus wisata untuk parkir di Terminal Giwangan dan area Menara Kopi. Namun, lokasi ini dinilai tidak strategis karena jaraknya terlalu jauh dari pusat keramaian. Danang menyoroti bahwa akses dari Menara Kopi menuju Malioboro atau Taman Pintar sangat tidak praktis jika ditempuh dengan berjalan kaki. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana agen wisata dapat memastikan kenyamanan pengunjung. “Taman parkir di Menara Kopi, akses ke Malioboro apalagi ke Taman Pintar sangat jauh kalau jalan kaki. Mau diangkut pakai apa? Agen wisata berpikir akses wisata bagaimana,” kritiknya.
Danang menegaskan bahwa masalah pariwisata tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Pariwisata. Ia menuntut Dinas Perhubungan untuk segera menyediakan kantong parkir pengganti yang lebih dekat serta layanan shuttle menuju pusat kota. Menurutnya, kantong parkir Senopati dan Abu Bakar Ali selama ini menjadi kunci utama dalam menyerap tumpukan wisatawan. Saat musim liburan, kawasan tersebut mampu menampung hingga satu juta pengunjung. Dampaknya pun terasa langsung pada sektor pendapatan daerah. Taman Pintar, destinasi favorit anak sekolah, biasanya meraup pendapatan tiket sebesar Rp12 hingga Rp13 miliar sebagai penghasilan Badan Layanan Umum Daerah. “Taman Pintar cukup vital karena masa libur sekolah. Dari kawasan pantai dan lain-lain, ending-nya ke kawasan Malioboro,” jelasnya.