150 Karyawan Rokok HS Raih Kesempatan Umrah, Haru Warnai Pengumuman di Magelang
- Istimewa
MAGELANG, VIVA Jogja - Suasana penuh haru menyelimuti pabrik Rokok HS di Magelang pada Kamis, 18 Juni 2026, ketika pemilik perusahaan, Muhammad Suryo, mengumumkan langsung nama-nama karyawan yang berangkat umrah. Sebanyak 150 orang terpilih dalam program tahunan yang digagas perusahaan, sebuah tradisi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan jumlah pesertanya terus bertambah. Begitu nama-nama disebutkan, riuh tepuk tangan dan sorak gembira membahana dari sudut-sudut pabrik. Karyawan yang dipanggil maju ke depan dengan berbagai ekspresi, ada yang terkejut hingga harus disadarkan oleh rekan kerja, ada yang tersipu malu, dan tak sedikit yang menitikkan air mata bahagia.
Muhammad Suryo sendiri tampak bangga menyaksikan momen itu. Ia menegaskan bahwa keberangkatan umrah adalah bentuk penghargaan atas kerja keras karyawan yang mampu mencapai target perusahaan. “Umrah ini adalah hadiah karena teman-teman telah mampu mencapai target-target yang saya berikan. Dan kalian semua pantas mendapatkannya,” ucapnya dengan mata berbinar. Program ini, menurutnya, bukan hanya untuk memotivasi karyawan agar bekerja lebih giat, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat beribadah. Ia berpesan agar para karyawan mendoakan keluarga, orang tua, dan juga perusahaan agar semakin berkembang sehingga kesempatan umrah bisa diberikan kepada lebih banyak orang setiap tahun.
Di antara deretan nama yang diumumkan, terdapat kisah menarik dari Yoga Setiawan dan Yogi Setiawan, sepasang saudara kembar asal Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Yoga yang baru bekerja sebelas bulan dan Yogi tujuh bulan, tak menyangka akan segera menjejak tanah suci. “Kaget banget tadi diumumkan umrah, nggak tahu bahagianya seperti apa nanti orang tua kami ketika tahu,” ujar Yoga yang sebelumnya bekerja sebagai petani. Kebahagiaan serupa dirasakan Riyanti, seorang karyawan berusia 40 tahun asal Srumbung. Ia mengaku bingung ketika namanya dipanggil, lalu menangis haru setelah menyadari dirinya terpilih. “Saya pikir hanya senior yang dapat, ternyata di sini sistemnya adil berdasarkan prestasi,” katanya.
Rahma Wulandari, karyawan muda berusia 23 tahun asal Sawangan, juga tak kuasa menahan rasa syukur. Baginya, hadiah umrah dari perusahaan adalah mukjizat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dengan wajah tersipu, ia berkata, “Di sana nanti doanya cuma satu, semoga segera dapat jodoh.” Kisah-kisah pribadi ini memperlihatkan betapa besar arti program umrah bagi para karyawan, bukan hanya sebagai perjalanan spiritual, tetapi juga sebagai simbol penghargaan atas kerja keras mereka.