Menteri Kependudukan Dorong Peran TPK Distribusikan MBG 3B, Kulonprogo Jadi Percontohan Percepatan Penurunan Stunting
- jogja.viva.co.id/ Wuri D
KULONPROGO, VIVA Jogja – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, mengapresiasi kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Kulonprogo dalam upaya percepatan penurunan stunting. Selain menjalankan tugas pendampingan keluarga, TPK kini mendapat mandat tambahan untuk mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, atau yang dikenal dengan MBG 3B.
Hal itu disampaikan Wihaji saat menghadiri Temu Kader TPK dan kegiatan Program Bangga Kencana di Taman Budaya Kulonprogo, Jumat (19/6/2026) sore. Menurutnya, penugasan baru tersebut merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 115 yang menempatkan TPK sebagai ujung tombak distribusi sekaligus edukasi bagi keluarga penerima manfaat.
“Berdasarkan Perpres 115, salah satu tambahan tugas yang dikerjakan oleh Tim Pendamping Keluarga adalah mendistribusikan MBG 3B khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang saat ini menjadi program prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kulonprogo dipilih sebagai lokasi kunjungan karena capaian penurunan stunting di daerah tersebut sudah berada di bawah rata-rata nasional. Kendati demikian, upaya peningkatan kualitas kesehatan keluarga tetap perlu diperkuat.
“Stunting di sini sudah bagus, sudah di bawah nasional. Kita harapkan ke depan semakin baik, sehingga siklus kehidupan masyarakat di Kabupaten Kulonprogo semakin berkualitas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menteri juga berdialog langsung dengan para kader TPK yang selama ini mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, remaja hingga lansia. Menurutnya, para kader memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kesehatan dan pengasuhan keluarga di tingkat akar rumput.
Wahyuniati, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat KemendukBangga/BKKBN RI, usai kegiatan mengungkapkan bahwa berdasarkan data Pendataan Keluarga 2025, secara nasional terdapat sekitar 25 juta sasaran penerima pelaksanaan MBG 3B. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 9 juta penerima.
Khusus di Kulonprogo, dari sekitar 17 ribu sasaran penerima, realisasi distribusi masih belum mencapai seribu penerima sehingga diperlukan percepatan koordinasi di tingkat lapangan. “Di Kulonprogo ini masih kecil sekali. Dari 17 ribu sasaran, capaiannya baru sekitar 844 penerima. Ini yang harus didorong agar distribusinya semakin optimal,” jelasnya.