Camat Tahunan Tekankan Pentingnya Pendidikan Dasar Agama Saat Hadiri Wisuda MI Miftahul Huda Tegalsambi
- Vivajogja
VIVAJogja – JEPARA, Camat Tahunan, Muadz, S.Sos., M.H., menegaskan pentingnya pendidikan dasar agama sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda saat menghadiri Wisuda Pelepasan Siswa Kelas VI dan Wisuda Tahfidz Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Sabtu (20/6).
Kehadiran Muadz menjadi momen istimewa bagi para wisudawan tahfidz. Dalam kesempatan tersebut, ia menguji hafalan Al-Qur'an para santri secara acak melalui sambung ayat. Meski sempat terlihat gugup, para hafidz dan hafidzah juz 30, juz 1, juz 2, serta juz 3 mampu menunjukkan kemampuan hafalan mereka 21/06).
"Saya sangat mengapresiasi pembelajaran di MI Miftahul Huda Tegalsambi yang memberikan dasar-dasar agama bagi anak didiknya. Prestasi akademiknya juga sangat membanggakan dengan raihan rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi tingkat MI di Kecamatan Tahunan," ujar Muadz.
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman itu menilai pendidikan dasar merupakan fase yang sangat menentukan perkembangan anak. Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan.
"Memilih MI sebagai tempat belajar adalah langkah yang tepat karena anak memperoleh pendidikan umum sekaligus pendidikan agama yang menjadi pondasi kehidupan," katanya.
Muadz juga mengaku menyesal tidak memanfaatkan masa kecilnya untuk menghafal Al-Qur'an. Karena itu, ia berpesan agar para lulusan terus menjaga hafalan melalui murajaah dan muthalaah serta menargetkan hafalan hingga 30 juz.
Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Tegalsambi, KH Mahbub Junaidi, menekankan bahwa pendidikan agama dan akhlakul karimah harus menjadi prioritas utama dalam mendidik anak.
"Setelah pondasi agama terbentuk, pendidikan umum dapat disesuaikan dengan minat dan bakat anak sehingga mereka belajar sesuai passion, bukan karena keterpaksaan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan orang tua terhadap keberlangsungan pendidikan madrasah, baik melalui pembayaran syahriyah tepat waktu maupun memperbanyak sedekah.
Sementara itu, Kepala MI Miftahul Huda Tegalsambi, Aminatur Rohmah, melaporkan bahwa tahun pelajaran 2025/2026 sebanyak 31 siswa dinyatakan lulus, dengan 26 di antaranya mengikuti wisuda tahfidz.