892 Perusahaan Furniture Serap 8.259 Tenaga Kerja, 850 Pekerja Kini Kantongi Kartu Mebel
- Vivajogja
VIVAJogja – JEPARA, Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat daya saing industri mebel dan ukir melalui berbagai program strategis, mulai dari pelatihan inovasi produk berbasis ornamen ukir, pemanfaatan limbah kayu, hingga penyaluran Kartu Mebel Jepara kepada para pekerja sektor mebel.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri unggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelakunya.
Menurutnya, industri mebel dan ukir bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Jepara dikenal berbagai penjuru dunia sebagai The World Carving Center (WCC). Tapi jangan kemudian terlena hanya dengan menjaganya. Kita juga harus terus mengembangkannya agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Witiarso, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, perubahan pasar yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha menghadirkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga inovatif, ramah lingkungan, dan memiliki nilai budaya yang kuat. Karena itu, pelatihan inovasi produk berbasis ornamen ukir serta pemanfaatan limbah kayu dinilai relevan untuk menciptakan desain baru sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.
Industri Pengolahan Jadi Penopang Ekonomi Jepara
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar perekonomian Jepara dengan sumbangan 33,61 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2025.
Pertumbuhan ekonomi Jepara tercatat mencapai 5,41 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,26 persen. Sektor industri juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah sekitar 338.799 pekerja.
Khusus industri furnitur, terdapat 892 perusahaan dengan nilai investasi lebih dari Rp1,17 triliun yang menyerap sedikitnya 8.259 tenaga kerja.
Bupati Jepara Witiarso Utumo Bersama Ketua Himki Peragakan Cara mengukir kayu Dengan Tatah
- Vivajogja
Komoditas furnitur kayu bahkan menjadi andalan ekspor Jepara dengan nilai mencapai sekitar 197 juta dolar AS atau setara Rp3,29 triliun pada 2025.
Produk furnitur Jepara dipasarkan ke 114 negara tujuan ekspor dan menyumbang sekitar 34,5 persen dari total ekspor daerah.
Kartu Mebel Jepara Sudah Dibagikan ke 850 Pekerja
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor mebel dan ukir, Pemkab Jepara menyiapkan sejumlah program unggulan dalam visi Jepara Mulus. Program tersebut meliputi Festival Ukir Internasional, pengembangan Museum Ukir Nusantara, Pasar Mebel Jepara, UMKM Naik Kelas, hingga Kartu Mebel Jepara.