Pasar Ngasem Gelar Tiga Jam Bersih-Bersih Demi Jaga Citra Wisata Kuliner Jogja

Aksi bersih-bersih Pasar Ngasem Yogyakarta
Sumber :
  • Dok Humas Kota Yogya

VIVA Jogja - Pasar Ngasem kembali menjadi sorotan setelah Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung memimpin kegiatan kerja bakti bersama pedagang, petugas kebersihan, dan jajaran pemerintah kota. Dalam kesempatan itu, Hasto mengusulkan agar aktivitas perdagangan di pasar dihentikan selama tiga jam setiap minggu untuk memberi ruang bagi kegiatan pembersihan lingkungan. Usulan ini bukan sekadar imbauan, melainkan strategi menjaga citra Pasar Ngasem sebagai pusat kuliner tradisional yang menjadi daya tarik wisatawan.

img_title Pasar Kangen 2026: Ruang Nostalgia, Kreativitas, dan Regenerasi Budaya di Taman Budaya Yogyakarta

Hasto menegaskan bahwa kebersihan pasar tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. Para pedagang, sebagai pihak yang setiap hari beraktivitas di sana, harus ikut bertanggung jawab. Ia bahkan menemukan sisa lemak makanan dan kotoran yang menumpuk di saluran drainase saat melakukan pengecekan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan penyumbatan yang mengganggu kenyamanan pengunjung. “Kalau jualan terus tanpa sempat memikirkan kebersihan, lingkungan pasti kumuh. Hari ini saya minta saluran dibongkar dan dibersihkan,” ujarnya.

Pasar Ngasem, yang dikenal sebagai pusat kuliner tradisional khas Jogja, memiliki posisi istimewa. Wisatawan lokal maupun mancanegara kerap menjadikan pasar ini sebagai destinasi untuk mencicipi makanan khas. Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari menjaga reputasi kota. Hasto mengingatkan agar para pedagang tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga merawat lingkungan agar pengunjung tidak kecewa dengan kondisi pasar.

img_title Terdesak E-Commerce dan Pasar Modern, APPSI Karanganyar Siapkan Strategi Selamatkan Pedagang Pasar

Selain drainase, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Hasto meminta agar tempat sampah diberi penanda yang jelas sehingga pedagang dan pengunjung bisa lebih mudah memilah antara sisa makanan, plastik, dan sampah residu. Pemerintah Kota Yogyakarta berencana mengintensifkan pemantauan kebersihan dengan melibatkan Satpol PP untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersihan.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan pedagang mendapat apresiasi dari Hasto. Ia menilai kebersamaan dalam menjaga kebersihan menjadi modal penting untuk menciptakan pasar yang sehat dan nyaman. Salah satu pedagang, Bu Ira, pemilik usaha Sate Kronyos, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia merasa senang karena pemerintah tidak hanya menegur, tetapi juga memberikan solusi nyata. “Kami sangat berterima kasih karena lingkungan pasar jadi lebih bersih. Gorong-gorong dibersihkan bersama-sama, dan itu membantu sekali,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Udon Rasa Semur? Kedai Legend di Pasar Kranggan Ini Bikin Netizen Jogja Penasaran