Kulonprogo Pastikan Surplus Sapi Kurban dengan Skrining Berlapis

Stok hewan kurban di wilayah Kulonprogo dipastikan aman
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

KULONPROGO, VIVA Jogja - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Daerah DIY melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menegaskan bahwa ketersediaan sapi kurban di Kulonprogo berada dalam kondisi surplus. Tidak hanya jumlah yang melimpah, kualitas kesehatan hewan juga menjadi perhatian utama dengan penerapan pengawasan berlapis yang ketat.

Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Eling Priswanto, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Damar Wulan Farm dan Wasilah Farm Panjatan, Kulonprogo, pada Selasa (12/5/2026). Ia menekankan bahwa surplus stok sapi ini dibarengi dengan jaminan kesehatan yang terverifikasi sehingga masyarakat dapat berkurban dengan tenang.

Kulonprogo menerapkan mekanisme skrining tiga lapis untuk memastikan setiap sapi yang masuk ke wilayah ini bebas dari penyakit menular. Proses pengawasan dimulai sejak daerah asal seperti Bali dan Madura, kemudian dilanjutkan pemeriksaan di pintu masuk Pulau Jawa, hingga pemeriksaan akhir oleh tim medik veteriner saat tiba di kandang penampungan di Kulonprogo. “Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal. Skrining ini penting agar tidak ada hewan yang terindikasi penyakit menular masuk ke meja konsumsi,” ujar Eling. Ia menambahkan bahwa laporan dari pedagang menunjukkan Kulonprogo menjadi salah satu wilayah dengan pengawasan paling ketat di DIY.

Surplus stok sapi ini tidak serta-merta memicu kenaikan harga. Justru harga di tingkat pedagang terpantau stabil. Untuk sapi jenis Bali, harga rata-rata saat ini berada di kisaran Rp71.000 per kilogram bobot hidup, relatif sama dengan tahun sebelumnya. Kestabilan harga ini terjadi karena pasokan yang melimpah seimbang dengan permintaan masyarakat yang mulai meningkat menjelang Iduladha. Kondisi serupa juga terlihat di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki stok hingga 11.000 ekor sapi dengan permintaan sekitar 4.500 ekor. Tren surplus ini memperlihatkan bahwa DIY secara keseluruhan berada dalam kondisi aman dari sisi ketersediaan hewan kurban.

Dalam pantauan lapangan, permintaan pasar menjelang Iduladha didominasi oleh sapi asal Bali dan Madura. Meski sapi lokal tetap menjadi penopang kebutuhan daging harian, masyarakat cenderung memilih sapi luar daerah untuk kurban karena ukuran yang lebih sesuai standar serta harga yang kompetitif. Eling menegaskan bahwa stok sapi di seluruh DIY sangat mencukupi dan pihaknya akan segera merekapitulasi data dari lima kabupaten dan satu kota untuk dipaparkan secara komprehensif dalam konferensi pers mendatang. Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai ketersediaan hewan kurban di wilayahnya masing-masing.