UMY dan Australian Catholic University Perkuat Joint Degree, Riset, dan Mobilitas Global
- Dok Humas UMY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Australian Catholic University (ACU) memperkuat komitmen kerja sama internasional melalui pengembangan program joint degree dan double degree, kolaborasi riset, pendidikan doktoral, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan ekosistem kewirausahaan. Kesepakatan ini dibahas dalam kegiatan Visitation and Collaboration Discussion yang berlangsung di Holding Room AR Fachruddin A, Kampus Terpadu UMY.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari komunikasi yang sebelumnya terjalin antara kedua institusi. UMY dan ACU telah bertemu dalam kunjungan UMY ke Vatikan pada 6 Mei 2026, dan kini kerja sama diarahkan pada program yang lebih konkret mencakup pendidikan, penelitian, inovasi, kewirausahaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Delegasi ACU dipimpin Vice-Chancellor and President Prof. Zlatko Skrbis, didampingi Deputy Vice-Chancellor (Research and Enterprise) Prof. Abid Khan serta Director Graduate Research School Michelle Lopez. Dari UMY hadir Rektor Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., bersama jajaran wakil rektor dan dosen senior.
Dalam diskusi, UMY memaparkan potensi pengembangan kerja sama internasional, mulai dari program mobilitas mahasiswa dan dosen, penguatan riset, hingga pengembangan universitas berbasis kewirausahaan. Rektor UMY Prof. Achmad Nurmandi menekankan bahwa kolaborasi internasional harus diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kolaborasi internasional tidak hanya tentang membangun hubungan antaruniversitas, tetapi bagaimana menghasilkan program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan institusi,” ujarnya.
Salah satu agenda utama adalah pengembangan program joint degree dan double degree, khususnya pada jenjang magister. Bidang kesehatan masyarakat dan bisnis dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama. Melalui skema ini, mahasiswa berpeluang memperoleh pengalaman akademik lintas negara dengan menempuh studi di dua institusi sekaligus. Program tersebut diharapkan meningkatkan daya saing lulusan dan memperluas jejaring akademik internasional.
Selain itu, kedua universitas membahas peluang mobilitas mahasiswa dan dosen, termasuk pertukaran akademik melalui berbagai skema kerja sama Australia–Indonesia. UMY juga membuka peluang kolaborasi dengan ACU Co-Lab, pusat inovasi dan kewirausahaan ACU yang mendukung mahasiswa, staf, alumni, dan komunitas bisnis melalui ruang kerja kolaboratif, pendampingan startup, program akselerasi, serta jejaring industri.