Haedar Nashir: Mutu Perguruan Tinggi Ditentukan Kualitas, Bukan Status
- Dok Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa kualitas sebuah perguruan tinggi tidak semestinya diukur hanya dari status negeri atau swasta. Menurutnya, mutu pendidikan, capaian akademik, serta kemampuan memenuhi standar nasional dan global menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing dan kepercayaan masyarakat terhadap sebuah universitas.
Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan sambutan secara daring dalam Masa Ta’aruf (Mataf) Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Sportorium UMY, Senin siang. Kegiatan ini diikuti secara luring oleh 5.021 mahasiswa baru. Dalam kesempatan itu, Haedar mengingatkan agar mahasiswa tidak memandang perguruan tinggi swasta sebagai pilihan kelas kedua. “Jangan pernah merasa bahwa kuliah di perguruan tinggi swasta berarti berada di kasta kedua. Sekarang eranya kualitas dan standar nasional maupun global. UMY berada dalam peringkat yang baik, bahkan terbaik. Karena itu, kalian harus membangun rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap almamater tercinta ini,” ujarnya.
Haedar menekankan bahwa perkembangan UMY menunjukkan perguruan tinggi swasta memiliki kesempatan besar untuk membangun kualitas dan memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sejalan dengan capaian UMY dalam sejumlah pemeringkatan global. Pada QS World University Rankings 2027, UMY menempati posisi ke-14 secara nasional dan menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang masuk dalam daftar tersebut. Sementara dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, UMY berada pada kelompok peringkat 1501+ dunia dan peringkat ke-9 di Indonesia, dengan indikator International Outlook dan Research Quality sebagai aspek unggulan.
Capaian tersebut, menurut Haedar, harus menjadi modal bagi mahasiswa untuk membangun rasa percaya diri sekaligus kebanggaan terhadap almamater. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa UMY merupakan bagian dari ekosistem pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang luas, dengan 163 perguruan tinggi dan sekitar 700 ribu mahasiswa. Lingkungan tersebut, katanya, memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk tumbuh dalam tradisi pendidikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern dan berkemajuan.