Nanospray Anti-Aging dari Rambut Jagung

Proses penelitian Nanospray Anti-Aging
Sumber :
  • Humas UMY

YOGYAKARYA, VIVA Jogja - Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan harapan baru dari komoditas jagung, namun bukan dari bagian jagung melainkan rambut jagung.

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), lima mahasiswa dari Program Studi Farmasi FKIK UMY, Salwa Hayati Fajri, Sri Jofita Tatu, Lu'lul Aulia Saniah Syafwan, Selsi Nuryanti, dan Syahda Aulia Tamyiz, berhasil mengembangkan produk kecantikan berbentuk nanospray anti-aging berbahan dasar rambut jagung.

“Kami ingin riset ini tidak hanya bermanfaat di bidang kesehatan, tetapi juga bisa membantu sektor pertanian. Rambut jagung yang sering dibuang ternyata punya potensi besar jika diolah dengan benar,” ujar Salwa, ketua tim riset.

img_title Haedar Nashir Ingatkan Pemerintah Prabowo-Gibran: Kritik Rakyat Harus Jadi Energi Perbaikan

 Pemilihan rambut jagung bukan sekadar eksperimen. Tim menemukan bahwa bagian ini mengandung antioksidan alami yang mampu menghambat tanda-tanda penuaan kulit. Meski kadarnya rendah, efeknya dapat ditingkatkan dengan kombinasi kunyit, tanaman herbal yang juga kaya antioksidan.

“Rambut jagung kami jadikan sumber utama, sementara kunyit memperkuat efeknya. Bentuk nanospray kami pilih agar praktis dan mudah dibawa ke mana saja,” jelas Salwa.

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

Untuk memastikan efektivitasnya, tim memanfaatkan teknologi Nanostructured Lipid Carrier (NLC), sistem penghantaran zat aktif yang memungkinkan kandungan menembus lapisan kulit secara optimal. Teknologi ini menjadi kunci, mengingat kunyit secara alami sulit diserap oleh kulit.

“Dengan NLC, kandungan antioksidan bisa masuk lebih baik tanpa merusak struktur alaminya. Harapannya, produk ini tidak hanya praktis, tapi juga efektif dan aman digunakan,” tambahnya.

Meski tampak sederhana, pengembangan nanospray ini memakan waktu dua hingga tiga bulan hanya untuk tahap formulasi. Tim harus melalui serangkaian uji coba demi menemukan konsentrasi bahan yang stabil dan seimbang.

“Optimasi konsentrasi adalah bagian paling menantang. Bukan karena prosesnya lama, tapi karena kami harus memastikan formula benar-benar tepat,” terang Salwa.

Setelah formulasi selesai, produk diuji secara laboratorium, mulai dari uji toksisitas hingga uji pH, untuk menjamin keamanan pemakaian dan menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping.

Harapan untuk Petani dan Industri Kecantikan

Lebih dari sekadar produk kecantikan, inovasi ini membawa misi sosial: mengangkat nilai ekonomi rambut jagung yang selama ini dianggap limbah. Salwa dan tim berharap riset ini bisa membuka peluang baru bagi petani jagung, sekaligus memperkenalkan pendekatan berbasis lokal dalam industri kosmetik.

Halaman Selanjutnya
img_title