UMY, UMM, dan NUS Sepakat Kembangkan Riset Halal dan Layanan Kesehatan Internasional

Kesepakatan Riset Halal dan Kesehatan
Sumber :
  • Humas UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Riset halal kini merambah sektor kesehatan dan logistik, menjadikannya isu strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas negara. Menyikapi hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan National University of Singapore (NUS) menandatangani Letter of Intent (LoI) pada Selasa (23/09/2025) di Gedung Fachruddin A lantai 5, Kampus UMY.

img_title Program Satu Kampung Satu Tenaga Kesehatan Antar Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha

Penandatanganan LoI ini menandai komitmen kerja sama internasional di bidang riset, pendidikan, serta pengembangan isu halal dan layanan kesehatan.

Direktur Eksekutif Institute of Logistics – Asia Pacific NUS, Dr. Robert de Souza, menyampaikan bahwa Singapura telah lebih dahulu memperkuat regulasi dan riset halal, khususnya dalam aspek logistik lintas negara dan sistem layanan kesehatan. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan halal di kawasan Asia Tenggara.

img_title Investasi Preventif Pemkab Sleman untuk Generasi Masa Depan

“Isu halal dan non-halal kini semakin menguat. Kami di Singapura telah memulai penelitian terkait manajemen logistik, yang selama ini terkendala regulasi antarnegara yang belum sinkron. Selain itu, kami juga fokus pada transformasi rumah sakit dan layanan kesehatan. Saya percaya, bersama UMY dan UMM, kita bisa menghadirkan solusi yang berdampak tidak hanya bagi Indonesia dan Singapura, tetapi juga ASEAN, bahkan dunia,” ujar Dr Robert.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. dr. Supriyatiningsih, M.Kes., Sp.OG., menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

img_title Shafiyah Expo 2026: Sinergi Dakwah, Edukasi, dan Ekonomi Halal di Yogyakarta

“Fokus utama kerja sama ini adalah riset dalam kerangka halal, baik terkait produk maupun layanan kesehatan. Harapan kami, dengan dukungan NUS, riset ini dapat memberi dampak besar tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan upaya global menjadikan halal sebagai standar kualitas dan kepercayaan masyarakat,” kata dr Upi.

Dikatakan, keterlibatan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam riset halal mencerminkan komitmen kuat untuk berkontribusi dalam menghadapi kompleksitas isu halal di tingkat regional.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Muhammad Salis Yuniardi menyebut kerja sama ini sebagai peluang strategis bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.

Halaman Selanjutnya
img_title