Dosen UMY Masuk Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY Dr Udin
Sumber :
  • Humas UMY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Dr Udin, M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY, berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist yang dirilis oleh Elsevier dan Stanford University. Pengakuan ini menempatkan Udin sebagai salah satu dari empat dosen UMY yang diakui atas kontribusi ilmiah dan produktivitas risetnya di panggung global.

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

Daftar ilmuwan paling berpengaruh tersebut disusun berdasarkan pemetaan Stanford University terhadap peneliti produktif dari berbagai disiplin ilmu. Penilaian dilakukan melalui indikator kuantitatif seperti jumlah publikasi, sitasi ilmiah yang umumnya di atas 900, serta intensitas kolaborasi lintas institusi, baik nasional maupun internasional.

“Penilaian ini sangat ketat dan berbasis data. Saya bersyukur bisa masuk dalam daftar ini, karena ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga cerminan dari budaya akademik yang terus tumbuh di UMY,” ujar Udin saat ditemui di kampus FEB UMY, Rabu (08/10/2025).

img_title Inovasi Anak Panti Muhammadiyah, Madu Surya Asy-Sifa Jadi Bukti Kemandirian di Tengah Kota

Fokus riset Udin selama ini berkisar pada kajian kepemimpinan dalam dunia bisnis. Sejak 2018, ia secara konsisten meneliti tema leadership studies dengan pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dan moral. Sebagian besar hasil penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.

“Kepemimpinan yang ideal tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan. Mungkin itu sebabnya riset saya banyak diaplikasikan di organisasi dan perusahaan,” jelasnya.

img_title Lomba Masak Warnai Hari Anak Nasional, Media dan Pemerintah Perkuat Sinergi

Udin dikenal sebagai sosok yang memiliki etos kerja tinggi dan konsistensi dalam menulis. Ia tidak menetapkan jadwal menulis yang kaku, melainkan menjadikan aktivitas menulis sebagai bagian dari kesadaran akademik yang menyatu dengan rutinitas mengajar.

“Kuantitas dan kualitas harus berjalan seimbang. Menulis bukan soal waktu, tapi soal komitmen,” tambahnya.

Selain aktif meneliti, Udin juga berkomitmen membangun ekosistem riset di kalangan mahasiswa. Ia rutin melibatkan mahasiswa dalam penelitian payung yang kemudian dikembangkan menjadi publikasi ilmiah bersama. Menurutnya, langkah ini penting untuk menanamkan semangat ilmiah sejak dini dan memperkuat budaya akademik yang berkelanjutan.

Capaian ini menjadi momentum bagi Udin untuk mendorong gerakan riset yang lebih masif di lingkungan UMY. Ia berharap semakin banyak dosen yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif berkontribusi dalam publikasi ilmiah bereputasi global.

Halaman Selanjutnya
img_title