Guru SD di Bantul Rumuskan Panduan Literasi dan Numerasi

Guru Bantul ciptakan Buku Panduan Literasi dan Numerasi
Sumber :
  • Pemkab Bantul

BANTUL, VIVA Jogja - Upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Bantul mendapat dorongan baru dengan lahirnya Buku Panduan Literasi dan Numerasi yang dirumuskan oleh para guru sekolah dasar. Panduan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan, khususnya terkait rendahnya capaian literasi dan numerasi di tingkat SD/MI.

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca huruf atau menghitung angka. Literasi mencakup keterampilan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi dari berbagai teks, sementara numerasi mencakup kecakapan matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari. Keduanya merupakan fondasi penting bagi pembelajaran sepanjang hayat. Tanpa penguasaan yang memadai, murid berisiko tertinggal secara akademik dan kesulitan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

Menurut hasil pemetaan kompetensi murid yang dilakukan tim guru, masih banyak siswa SD/MI di Bantul yang belum mencapai level kecakapan sesuai fase perkembangannya. Kondisi ini diperparah oleh ketimpangan kualitas pengajaran, keterbatasan sumber daya guru, minimnya pelatihan terarah, serta belum adanya rujukan seragam dalam praktik pembelajaran. “Hasil observasi menunjukkan bahwa murid kita masih menghadapi kesenjangan dalam literasi dan numerasi. Panduan ini diharapkan menjadi pegangan praktis bagi guru untuk merancang kegiatan belajar yang lebih terarah,” ungkap Ardhian Herda Permana, salah satu guru yang tergabung dalam tim penyusun.

img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon

Buku panduan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga strategi praktis yang dapat langsung diterapkan di kelas. Di dalamnya terdapat contoh kegiatan literasi berbasis cerita rakyat lokal, latihan numerasi yang dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari seperti jual beli di pasar, hingga metode evaluasi yang menyenangkan. Dengan pendekatan kontekstual, murid diharapkan lebih mudah memahami materi sekaligus merasa terlibat dalam proses belajar.

Peluncuran buku panduan dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, pada awal tahun 2026. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, guru, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar. “Literasi dan numerasi adalah kunci. Dengan panduan ini, kita berharap seluruh guru memiliki acuan yang sama sehingga pembelajaran lebih terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Silaturahmi Pemimpin Bantul Terdahulu Jadi Warna Hangat Hari Jadi ke-195