Industri Kendaraan Listrik Jadi Pilar Indonesia Menuju Net Zero Emisi 2060

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, menghadiri acara Go-See and Pitch Trip kunjungan industri ke PT VKTR Sakti Industries
Sumber :
  • Istimewa

MAGELANG, VIVA Jogja – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mencapai target net zero emisi pada 2060. Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Go-See and Pitch Trip kunjungan industri ke PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Kamis (28/08/2026) lalu.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Dorong Udara Kota Lebih Bersih

Dalam sambutannya, Jumhur menekankan bahwa pengembangan industri otomotif berbasis listrik bukan sekadar pergantian mesin berbahan bakar minyak menjadi motor listrik, melainkan transformasi menyeluruh yang mencakup riset, manufaktur, hilirisasi mineral, penguatan rantai pasok, hingga penciptaan lapangan kerja hijau. “Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia bergerak menuju net zero emisi. Kendaraan listrik menjadi simbol transisi energi sekaligus wujud kemandirian industri nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat berdikari yang digelorakan Bung Karno melalui konsep Trisakti kini kembali relevan. Presiden Prabowo Subianto, kata Jumhur, mendorong penguatan industri dalam negeri agar tidak hanya berdaya saing di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. “Kerja anak bangsa ini patut dibanggakan. Kita ingin industri kendaraan listrik Indonesia berdiri kokoh, ramah lingkungan, dan diterima masyarakat luas,” tegasnya.

img_title Yogya Dorong Transportasi Rendah Emisi, Wujudkan Kota Sehat dan Berkelanjutan

Jumhur juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan yang konsisten agar ekosistem kendaraan listrik mampu menarik investasi, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta menempatkan Indonesia dalam rantai pasok global. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi industri tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sosial. “Masyarakat harus dilibatkan sejak awal. Komunikasi terbuka, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan pemberdayaan komunitas lokal menjadi kunci agar investasi mendapat kepercayaan publik,” jelasnya.

Ia mencontohkan kasus di Subang, Jawa Barat, di mana warga melakukan protes terhadap rencana pembangunan pabrik kendaraan listrik karena tidak melibatkan sumber daya manusia lokal. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting agar pembangunan industri berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan lingkungan. “Social preparation dan social integration harus menjadi fondasi agar manfaat pembangunan dirasakan merata,” tambahnya.

img_title Angin Kencang Rusak Atap Masjid Al Fatah Karanganyar, Kerugian Masih Dihitung

Selain itu, Jumhur menekankan perlunya budaya Zero Accident dalam operasional industri kendaraan listrik. Keselamatan kerja, menurutnya, bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan indikator kualitas tata kelola industri modern. “Dengan mengintegrasikan green jobs, social preparation, social integration, dan zero accident, Indonesia bisa membangun ekosistem kendaraan listrik yang kompetitif, inovatif, aman, dan berkelanjutan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title