Karhutla Gunung Lawu Meluas, 648 Hektare Terbakar dan Api Mengarah ke Objek Wisata
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memasuki hari ketujuh pada Rabu (21/10/2026).
Luas lahan yang diperkirakan terbakar mencapai 648 hektare. Di tengah upaya pemadaman, pergerakan api yang mengarah ke kawasan objek wisata menjadi perhatian petugas, terutama untuk mengamankan Sakura Hills, Lawu Park, dan Embun Lawu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, melaporkan pemadaman masih dilakukan melalui operasi udara dan pengerahan personel gabungan di sejumlah titik.
Petugas juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menahan penjalaran api agar tidak meluas ke kawasan hutan alam, objek wisata, maupun fasilitas penting milik warga.
“Api mengarah ke objek wisata yang berada di lereng Gunung Lawu,” ujar Sugiharjo, Rabu (21/10/2026).
Pada Rabu, pemadaman melalui water bombing dilakukan dalam dua sorti dengan total tujuh kali pengeboman menggunakan dua helikopter. Kapasitas air yang dilaporkan untuk operasi tersebut mencapai 14.000 liter.
Di darat, upaya pengendalian kebakaran dilakukan melalui penyekatan manual dan penyisiran di sejumlah sektor.
Personel gabungan dari unsur TNI Yon TP, Brimob, Polres, serta relawan dikerahkan untuk menghambat pergerakan api di titik-titik yang menjadi fokus penanganan.
Dari Posko Induk Gondosuli, sebanyak 90 personel gabungan bergerak melakukan penyekatan manual di Banbanyu, Babadan, Gulungan, dan Pentongan atau Bukit Mapak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membatasi penjalaran api di kawasan tersebut.
Sementara itu, Posko Aju Cemoro Kandang mengerahkan 20 personel untuk melakukan penyekatan di jalur pendakian antara Pos 1 dan Pos 2.
Di sektor Tambak, sebanyak 136 personel melakukan pemadaman dan penyekatan di Pos 4 sebelum kembali ke posko. Adapun 69 personel dari Posko Aju Cetho melakukan penyisiran dan penyekatan di sekitar pipa air milik warga di Pos 3.
Pembagian personel ke empat sektor tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan, baik melalui pemadaman langsung maupun upaya menghambat pergerakan api.
Ancaman penjalaran api ke kawasan wisata menjadi salah satu perhatian dalam rencana penanganan berikutnya.
BPBD Karanganyar menjadwalkan pembuatan sekat api di sekitar Babadan dan Gulungan untuk melindungi hutan alam sekaligus mengamankan objek vital, termasuk Sakura Hills, Lawu Park, dan Embun Lawu.