Octofest 2026 Bidik Pasar Global, Ukir Jepara Dituntut Adaptif

Octofest 2026 Bawa Misi Besar, Ukir Jepara Harus Mendunia dan Bernilai Tinggi (foto: VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogja – JEPARA – Perajin mebel dan seni ukir Jepara ditantang tidak hanya mengandalkan kualitas produk untuk bersaing di pasar global. Penguatan branding, inovasi desain, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan agar produk kerajinan lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya.

img_title Atlet Petanque Jepara Bawa Pulang 4 Medali Porprov XVII, Ini Para Penyumbangnya

Pesan tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Johan Hadiyanto, yang mewakili Dekranasda Jawa Tengah dalam kegiatan Octofest 2026 atau Pasar Mebel Jepara di Sentra Industri Mebel dan Ukir Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara.

Menurut Johan, persaingan industri yang semakin dinamis menuntut perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus beradaptasi. Tantangannya bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menghadirkan desain yang mengikuti perkembangan pasar dengan tetap mempertahankan identitas lokal.

img_title 12 Kelompok Teater Siap Beradu Panggung, Festera Jepara Lahirkan Regenerasi

Penguatan branding dan pemanfaatan teknologi digital juga menjadi faktor penting dalam memperluas pemasaran produk kerajinan.

Ekosistem industri kerajinan, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada proses produksi. Namun, harus berkembang hingga mencakup promosi, transaksi, serta keberlanjutan usaha.

img_title Gol Menit 90+2 Buyarkan Kemenangan Persijap, Persebaya Selamat dari Kekalahan!

Johan mengatakan, Dekranasda terus berupaya membina, mengembangkan, dan memajukan produk wastra serta kriya IKM dan UMKM daerah melalui berbagai program.

Program tersebut meliputi pembinaan dan pelatihan, pengembangan produk dan inovasi, promosi dan pemasaran, pelestarian warisan budaya lokal, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dia menilai Octofest 2026 menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi, perajin dan pasar, serta kekayaan lokal dan peluang global.

Kolaborasi seni ukir, wastra, fesyen, dan kriya diharapkan mampu melahirkan karya yang lebih beragam sekaligus memiliki daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Octofest juga diharapkan menjadi momentum memperkuat kebanggaan terhadap karya Jepara, memperluas jaringan pemasaran, membuka peluang kolaborasi, serta menumbuhkan optimisme pelaku industri kerajinan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar yang mewakili Bupati Jepara menegaskan, Octofest bukan sekadar ajang pameran produk. Kegiatan tersebut harus menjadi manifestasi kreativitas sekaligus identitas budaya masyarakat Jepara sebagai daerah yang dikenal sebagai pusat ukir dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title