PSS Sleman Tumbangkan Persipal, Tocantins Jadi Bintang
- Istimewa
SLEMAN, VIVA Jogja - PSS Sleman menjadikan Stadion Maguwoharjo, Sabtu (04/04/2026) sebagai panggung pesta gol yang tak terlupakan. Dalam lanjutan putaran ketiga Pegadaian Championship, tim berjuluk Super Elang Jawa melumat Persipal dengan skor telak 7-0. Laga ini bukan sekadar kemenangan besar, melainkan juga penegasan dominasi PSS di hadapan publik sendiri. Gustavo Tocantins tampil sebagai aktor utama dengan torehan empat gol, menjadikannya sorotan utama malam itu.
Sejak peluit awal, PSS langsung menguasai jalannya pertandingan. Persipal yang datang dengan ambisi mencuri poin justru terjebak dalam tekanan tinggi. Serangan bergelombang dari lini depan PSS membuat barisan pertahanan lawan tak mampu bernapas lega. Gol pertama lahir pada menit ke-13 melalui gol bunuh diri pemain Persipal yang gagal mengantisipasi sepak pojok. Keunggulan ini menjadi pemicu semangat tuan rumah untuk terus menekan.
Menjelang akhir babak pertama, Tocantins menunjukkan kelasnya. Ia mencetak gol lewat titik putih pada menit ke-39 setelah dijatuhkan di kotak penalti. Hanya dua menit berselang, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan akurat ke sisi kanan gawang usai menerima umpan terobosan Dominikus Dion. Frederic Injai kemudian menambah penderitaan Persipal dengan gol keempat sebelum jeda, memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor 4-0 menutup babak pertama, dengan PSS tampil seolah tanpa cela.
Babak kedua tidak banyak mengubah cerita. PSS tetap agresif, sementara Persipal semakin kehilangan arah. Gol bunuh diri kembali terjadi, kali ini oleh Meru Kimura yang salah mengantisipasi umpan silang. Meski Jajang Mulyana sempat mencetak gol tambahan, wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR. Namun dominasi PSS tak terbendung. Tocantins kembali mencetak gol lewat sundulan pada menit ke-56, hasil umpan matang dari Terens Puhiri. Malam gemilang sang striker ditutup dengan gol keempatnya pada menit ke-88, lagi-lagi melalui sundulan tajam yang tak mampu dihentikan kiper Persipal.
Persipal sebenarnya sempat mencoba melawan melalui serangan balik di menit ke-8, tetapi peluang itu gagal dimaksimalkan. Setelah itu, mereka lebih banyak bertahan dan sesekali mencoba keluar dari tekanan, namun PSS terlalu perkasa. Statistik pertandingan menunjukkan betapa timpangnya laga ini: PSS mencatat lebih dari 20 tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran, sementara Persipal hanya mampu melepaskan tiga tembakan tanpa ancaman berarti. Penguasaan bola pun dikuasai PSS hingga 65 persen, menegaskan dominasi penuh sepanjang laga.