Jasmine Bawa Pulang Dua Medali Karate Internasional

Jasmine Ashadiya Gunarto dengan dua medali yang diperoleh di Malaysia
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

Peran keluarga juga menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasi Jasmine. Kedua orang tuanya, Arjunadi dan Brigita Kingkin Pitaningrum, selalu hadir mendampingi setiap proses yang dijalani putrinya. Tidak hanya memberikan dukungan moral, mereka juga aktif mendokumentasikan setiap pertandingan yang diikuti Jasmine sebagai bahan evaluasi. Bagi keluarga, prestasi berupa medali bukanlah tujuan utama, melainkan hasil dari proses panjang dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan mental bertanding. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi Jasmine dalam menjalani kariernya sebagai atlet sekaligus pelajar.

img_title Green Batik Jadi Pilot Project, Pekalongan Bidik Sungai Bersih dan Industri Batik Berkelanjutan

Sosok inspirasi juga menjadi motivasi tersendiri bagi Jasmine. Ia mengidolakan Tiara Sandi sebagai atlet yang mampu memberikan semangat untuk terus berkembang. Selain itu, Jasmine memegang teguh motto hidup “man jadda wajada,” yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Prinsip ini tercermin dalam kesehariannya yang penuh dengan kerja keras dan komitmen tinggi.

Sebelum meraih prestasi di Malaysia, Jasmine telah mengumpulkan sejumlah capaian di berbagai kejuaraan. Ia pernah meraih Juara 2 kumite dan Juara 2 kata pada Kejuaraan Daerah FORKI DIY 2025, Juara 1 kata dan Juara 1 kumite pada Kejuaraan Daerah INKAI DIY 2025, serta Juara 3 kata pada Gadjah Mada Open International 2025. Selain itu, ia juga menjadi Juara 1 kumite dalam YOT International 2025 dan Juara 1 kumite pada ajang PORSISWA SD Kota Yogyakarta 2025. Deretan prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Jasmine dalam mengembangkan kemampuan teknik maupun mental bertanding.

img_title PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Gembleng 64 Kader di Kaliurang, Siapkan Pemimpin Berbasis Ideologi dan Kerakyatan

Dengan tinggi badan 141 sentimeter dan berat 38 kilogram, Jasmine terus berupaya meningkatkan kualitas diri di tengah berbagai keterbatasan kompetisi. Tahun ini, ia dijadwalkan mengikuti ajang U2SN tingkat provinsi, mengingat cabang olahraga karate saat ini tidak lagi masuk dalam program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sehingga jenjang kompetisi resmi hanya sampai tingkat provinsi. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berprestasi.

Ke depan, Jasmine memiliki cita-cita besar untuk menjadi dokter sekaligus atlet karate yang mampu membela Indonesia di tingkat internasional. Pelatihnya pun menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menjalani proses dengan baik, membangun kemampuan secara bertahap, serta menjaga konsistensi latihan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title 134 Pendaftar, 24 Finalis! Mas dan Mbak Duta Wisata Jepara 2026 Berebut Mahkota