Ketua One Hundred Label Cha Ga Won Digugat, Diduga Terlibat Penipuan Rp100 Miliar Lebih

Digugat 10 Miliar Won
Sumber :
  • VIVA Jogja/IG fyi.korea

VIVA Jogja - Ketua One Hundred Label, Cha Ga Won, tengah menjadi sorotan setelah digugat atas dugaan penipuan skala besar dengan nilai kerugian yang dilaporkan melebihi 10 miliar KRW.

img_title Kapolda DIY Terima Pemred Award, Wujud Transparansi Informasi Publik

Laporan ini pertama kali diungkap media Korea The Fact pada 16 Januari. Menurut laporan tersebut, sebuah perusahaan teknologi hiburan domestik besar—disebut sebagai Perusahaan A—telah mengajukan pengaduan pidana ke kepolisian pada bulan lalu.

Otoritas mengonfirmasi bahwa kasus ini masuk dalam Undang-Undang Hukuman Berat Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan, yang berlaku untuk perkara dengan nilai kerugian besar.

img_title Bedah Rumah di Prenggan: Sinergi Pemkot Yogya dan Bank BPD DIY Hadirkan Hunian Layak

Cha Ga Won dikenal sebagai pemilik One Hundred Label beserta dua anak perusahaannya, BIG PLANET MADE Entertainment dan INB100.

Ia disebut memiliki otoritas dan pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan serta operasional label-label tersebut.

img_title UGM Hidupkan Semangat Tradisi Lewat Festival Karawitan dan Bazar Nusantara

Meski demikian, Perusahaan A mengajukan pengaduan terhadap Cha Ga Won secara pribadi, bukan terhadap perusahaan atau label yang dinaunginya.

Perusahaan A digambarkan sebagai perusahaan solusi hiburan global yang mengembangkan bisnis berbasis data dan teknologi dengan memanfaatkan kekayaan intelektual (IP) artis.

Layanannya mencakup ekosistem satu atap, mulai dari konser, merchandise, hingga platform komunikasi penggemar.

The Fact melaporkan telah menghubungi pihak Cha Ga Won untuk meminta klarifikasi sekitar pukul 16.00 waktu setempat pada hari pelaporan.

Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Cha terkait tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Cha Ga Won juga dilaporkan belum menyelesaikan sejumlah pembayaran kepada artis-artis yang berafiliasi dengannya setidaknya sejak paruh kedua tahun lalu.

Kasus ini pun memicu perhatian luas publik dan industri hiburan Korea, sembari menunggu perkembangan penyelidikan resmi dari pihak berwenang.