Daop 6 Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kecelakaan
- Ist/VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan Simulasi Tanggap Darurat Kereta Api pada Kamis (21/11). Tujuannya untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat di lingkungan perkeretaapian.
Kegiatan ini diikuti oleh pejabat dan pegawai Daop 6 yang terlibat dalam perjalanan kereta api dan Ditjenka Kemenhub yang diwakili oleh BTP Kelas I Semarang.
Simulasi berbasis table top ini bertujuan untuk menguji koordinasi, evaluasi, dan pengambilan keputusan antara berbagai unit di Daop 6.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro sebut, dalam simulasi ini para peserta dihadapkan pada skenario darurat yang dirancang secara realistis dan kompleks untuk mensimulasikan kejadian darurat di perkeretaapian, seperti kecelakaan, kebakaran, atau bencana alam.
Simulasi table top ini adalah langkah strategis untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memperkuat sinergi dan komunikasi antar unit.
"Dengan pendekatan ini, kami berkomitmen meningkatkan respons keselamatan dalam perjalanan kereta api," jelas Krisbiyantoro.
Untuk rangkaian simulasi table top ini pertama adalah :
1. Pemaparan Skenario: Penyajian kejadian darurat fiktif secara detail, seperti kebakaran di kereta api, tabrakan, anjlokan kereta, dan lainnya.
2. Diskusi Antar Tim: Partisipan mendiskusikan langkah-langkah respons sesuai peran masing-masing.
3. Evaluasi dan Feedback: Analisis terhadap keputusan yang diambil dan identifikasi area yang perlu ditingkatkan.
4. Pemutakhiran Prosedur: Penyusunan rencana perbaikan dari hasil simulasi.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Daop 6 Yogyakarta untuk memprioritaskan keselamatan, baik bagi penumpang maupun operasional kereta api secara keseluruhan.
"Daop 6 Yogyakarta akan terus memberikan layanan perjalanan kereta api yang aman, handal, dan tanggap terhadap setiap situasi darurat," pungkas Krisbiyantoro.